-->

Breaking

logo

August 22, 2020

Pasal Perlindungan Agama Jauh dari Keadilan,Disebut Gampang Dipelintir

Pasal Perlindungan Agama Jauh dari Keadilan,Disebut Gampang Dipelintir

NUSAWARTA - Kehadiran pasal perlindungan kelompok beragama di Indonesia dinilai jauh dari rasa keadilan, karena gampang dipelintir atau dimanfaatkan oleh kelompok mayoritas atau sekelompok massa. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik yang juga menilai regulasi tersebut justru keluar dari semangatnya.

Ahmad mengatakan seharusnya negara berkewajiban untuk melindungi dan menghormati rakyatnya. 

Hal tersebut dilakukan melalui pasal-pasal yang dapat digunakan untuk melindungi setiap orang atau kelompok untuk bebas berekspresi.

"Pasal-pasal yang memberikan suatu perlindungan kepada orang-orang atau setiap kelompok atau yang ingin mengekspresikan keyakinanya," kata Ahmad dalam sebuah diskusi virtual, seperti dikutip dari suara.com, Jumat (21/8/2020).

Namun, alih-alih mewujudkan itu, yang terjadi saat ini aturan tersebut malah dimanfaatkan oleh segelitir kelompok mayoritas untuk membela kepentingan pribadinya.

"Kalau negara hadir dengan pasal-pasal yang ada sekarang, justru kekuatan mayoritas menggunakan itu yang tadi bahasanya (ialah) memanipulasi, memelintir perasaan ternoda itu dengan menggunakan regulasi yang ada," ujarnya.

Ahmad memandang praktiknya tersebut justru regulasi-regulasi yang berkaitan dengan perlindungan terhadap agama malah jauh dari keadilan. 

Hal itu dianggapnya sebagai permasalahan yang harus diselesaikan agar baik kelompok mayoritas maupun minoritas dapat terlindungi ketika mengekspresikan keyakinannya.

"Justru orang-orang dimobilisasi dengan kekuatan mayoritas kekuatan politik atau kekuatan massanya itu. Jadi dia jadi jauh dari prinsip-prinsip fair. Itu yang jadi soal," tutupnya. [lwjstc]