-->

Breaking

logo

August 29, 2020

PDIP Kebingungan Cari Pengganti Risma, Megawati Galau?

PDIP Kebingungan Cari Pengganti Risma, Megawati Galau?

NUSAWARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) batal mengumumkan rekomendasi bakal pasangan calon kepala daerah untuk Kota Surabaya dan empat daerah lain di Jatim pada Jumat, 28 Agustus 2020. 

Molornya pengumuman memantik spekulasi adanya tarik-menarik antara sesama kader yang mengusulkan figur calon. 

Ketua Bidang Politik DPP Partai PDIP, Puan Maharani, memang sempat menunjukkan sebuah amplop berkop PDIP yang ia sebut rekomendasi paslon Surabaya, namun belum saatnya untuk diumumkan. 

Ia beralasan rekomendasi belum diumumkan karena belum tersambung secara virtual dengan pengurus DPD PDIP Jatim dan Surabaya. Tentu, itu alasan yang mengada-ada. 

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, mengaku hingga malam sebelum acara pengumuman oleh DPP, pihaknya belum menerima undangan dari DPP.

Karena itulah ia tidak mengundang pengurus dan paslon lima daerah tersisa di Jatim untuk mengikuti pengumuman melalui zoom di kantor PDIP Jatim, seperti pengumuman rekomendasi sebelum-sebelumnya.

Deni juga mengaku tidak tahu siapa paslon di dalam amplop yang ditunjukkan Puan. "Kalau sepengetahuan saya sebagai wakil ketua bidang pemilu, sampai hari ini memang nama itu masih disimpan di DPP," kata Deni usai mengikuti konferensi pers secara virtual bersama Sekjen Hasto Kristiyanto.

Deni mengaku hal itu menjadi kewenangan DPP, termasuk soal munculnya nama Puti Guntur Soekarnoputra yang berpotensi menjadi kuda hitam PDIP. Karenanya, ia ogah menebak-nebak. Apakah Megawati galau menentukan calon pengganti Risma

"Kalau dikatakan (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) galau, kami tidak punya kewenangan," ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono senada dengan Deni. Hal yang pasti, ia meyakinkan PDIP siap memenangkan siapa pun yang dipilih Megawati untuk maju di Pilkada Surabaya. 

"Kami di Surabaya sudah menyiapkan mesin, organisasi, dan jaringan pemenangan yang setiap saat bisa digerakkan ketika rekomendasi itu sudah turun," katanya.

Beberapa pekan terakhir, dua nama yang berpeluang besar mendapatkan rekomendasi dari PDIP. Yaitu kader tulen partai Whisnu Sakti Buana dan orang dekat Risma, Eri Cahyadi. 

Muncul skema keduanya akan dipasangkan, namun alot soal siapa yang jadi calon wali kota. Keduanya disebut tak mau di nomor dua. Hingga kemudian melesat nama Puti dan diisukan bakal jadi pilihan kompromistis. [viva]