-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Pelawak Qomar Qipenjara, Rekam Jejak Kariernya Moncer

Pelawak Qomar Qipenjara, Rekam Jejak Kariernya Moncer

NUSAWARTA - Pelawak Nurul Qomar dipenjara usai permohonan bandingnya ditolak.

Qomar ditangkap Polres Brebes pada Juni 2019 atas kasus pemalsuan Surat Keterangan Lulus (SKL). 
Saat itu, dia mencalonkan diri sebagai Rektor Universitas Mahadi Setiabudi (UMUS) di Brebes. Tapi dia dipulangkan atas alasan kesehatan, asmanya sering kambuh. Tapi meski dibebaskan, pemeriksaan hukum tetap berjalan.

Pada Rabu, 19 Agustus 2020 Qomar dijebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes. Kejari mengeksekusi Qomar setelah Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukannya.

Perihal Qomar dipenjara dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, “Iya betul, ” kata Furqon Nur Zaman, dikutip dari Suara.com, Kamis, 20 Agustus 2020. Menurut Furqon, Qomar tiba di Lapas pada pukul 18.00 WIB bersama tim Kejari Berebes.

Personel grup lawak Empat Sekawan itu enggak hanya sukses di dunia hiburan. Tak lagi aktif di dunia hiburan, Qomar pernah menjadi politikus sampai akademisi. Lihat yuk, rekam jejak Qomar sebelum tersandung kasus pemalsuan ijazah master dan doktor.

Sukses bersama Empat Sekawan

Publik mengenal Qomar sebagai personel Empat Sekawan bersama Derry, Eman dan Ginanjar. Grup ini meraih kejayaan di era 90-an lewat acara televisi.

Acara yang paling hits dari mereka adalah Lika Liku Laki-Laki. Sinetron itu menampilkan sketsa-sketsa cerita fiksi yang menceritakan kehidupan sehari-hari keempatnya diselingi humor. Kini grup tersebut tak lagi aktif di dunia hiburan, masing-masing personel sudah punya kesibukan sendiri.

Terjun ke Dunia Pendidikan

Sebelum jadi artis, Qomar ternyata pernah terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 1983-1986. Pada saat itu, dia menjadi guru sekaligus kepala sekolah TK.

Berhenti menjadi pengajar, dia banting setir menjadi penyiar radio di Suara Kejayaan sekitar tahun 1989-1993. Di sela-sela menjadi penyiar radio, dia mendirikan grup Empat Sekawan pada tahun 1991.

Setelah tak lagi aktif di dunia hiburan, Haji Qomar, panggilan akrabnya lalu kembali ke dunia pendidikan dengan menjadi guru Sosiologi dan Antropologi di SMA Muhammadiyah Cirebon di awal 2000.

Cicipi Dunia Politik

Sudah dikenal publik, Qomar kemudian beralih menjadi politikus. Lewat Partai Demokrat, dia mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif 2004. Sukses, dia mendapat banyak suara dan berhasil menduduki kursi Anggota Komisi X DPR RI. Komisi itu membahas tentang pendidikan, olahraga, dan sejarah untuk periode 2004-2009.

Masa jabatan habis, Qomar kembali mencalonkan diri. Usaha keduanya berjalan mulus, dia kembali terpilih untuk masa jabatan 2009-2014. Haji Qomar ditempatkan kembali di Komisi X.

Sukses sebagai anggota dewan, pria berdarah Sunda itu mencoba peruntungan sebagai Calon Bupati Cirebon pada tahun 2013. Sayangnya, usahanya gagal.

Kembali Jadi Pendidik

Selesai dengan karier politiknya, Qomar kembali ke dunia pendidikan. Pada 2017 lalu, dia diangkat sebagai rektor di Universitas Muhadi Setiabudi.

Saat memberikan pernyataan, dia mengaku enggak menyangka kalau pelawak bisa menjadi rektor. Sosoknya dinilai tokoh yang lengkap dan berpengalaman dengan berbagai karier di dunia pendidikan, politik, dan agama.

Kariernya sebagai rektor tidak lama, dia mengundurkan diri di tahun yang sama. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pemalsuan ijazah S2 dan S3 yang dilampirkannya. [hps]