-->

Breaking

logo

August 15, 2020

Pemkot Tangsel Ambil Alih Museum Palagan Lengkong, Saksi Bisu Cerita Paman Prabowo Subianto yang Tewas Pascakemerdekaan

Pemkot Tangsel Ambil Alih Museum Palagan Lengkong, Saksi Bisu Cerita Paman Prabowo Subianto yang Tewas Pascakemerdekaan

NUSAWARTA - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mengambil alih Museum Palagan Lengkong sebagai aset miliknya.

Saat ini, museum perjuangan pascakemerdekaan tempat tewasnya pahlawan Mayor Daan Mogot itu diketahui belum tercatat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Pemkot Tangsel memastikan bahwa aset ini adalah aset yang bisa dicatatkan di Tangsel, karena sebelumnya ini ternyata tidak dicatatkan di Pemprov Banten. Jadi kami ambil alih dan kita catat sebagai aset Pemkot Tangsel,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin, Sabtu (15/8/2020).

Pria yang akrab disapa Ben itu menuturkan saat ini Pemkot Tangsel tengah melakukan rehabilitasi Museum Lengkong.

Namun, tetap akan mempertahankan keaslian bangunan tersebut sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran sejarah.

“Yang kami ubah hanya bangunan bagian-bagian yang sudah rusak parah, seperti plafon, kusen, dan kuda-kuda. Yang tidak diubah adalah bangunan asli, seperti jendela, struktur bangunan semua sama terutama lantai yang terdapat darah Mayor Daan Mogot yang bercecer,” jelasnya.

Ben menjelasjan, dirinya berharap agar masyarakat tidak pernah melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang guna mempertahankan NKRI, mengingat sebentar lagi Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan ke-75.

“Saya berharap monumen sejarah ini tidak dilupakan oleh masyarakat Tangsel khususnya, umumnya masyarakat Tangerang,” katanya.

“Bagi kita di Tangsel ini sebuah introspeksi menghargai kemerdekaan, menghargai pembangunan bahwa kita menikmati hari ini atas perjuangan darah yang ditumpahkan, nyawa yang ditumpakhan para pejuang kita. Ini harus menjadi sebuah proees pembelajaran dalam membentuk nasionalisme republik. Pancasila tidak tergantikan, NKRI harga mati,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Monumen Palagan Lengkong merupakan saksi sejarah peristiwa pertempuran Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan Jepang.

Dalam peristiwa Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946, sebanyak tiga perwira Tentara Republik Indonesia (TRI) yakni Mayor Daan Mogot, Letnan I Soebijanto Djojohadikusumo, Letnan I Soetopo beserta 34 anggota Taruna Akademi Militer Tangerang.

Dari para korban tersebut terdapat dua paman dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yakni; Letnan I Soebijanto Djojohadikusumo dan Soejono Djojohadikusumo.

Saat ini, semua yang tewas dalam pertempuran tersebut dimakamkan di TMP Taruna di Kota Tangerang. [pjst]