-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Pengacara: 4 Tersangka Penyerang Doa Nikah di Solo Hanya Simpatisan

Pengacara: 4 Tersangka Penyerang Doa Nikah di Solo Hanya Simpatisan

NUSAWARTA - Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka penyerangan usai acara doa bersama menjelang pernikahan anak Habib Umar Assegaf di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo. Empat orang itu disebut-sebut hanya simpatisan.

Hal tersebut diungkap oleh kuasa hukum empat tersangka, Hery Dwi Utomo. Namun dia sendiri belum mengetahui adanya otak dari aksi penyerangan.

"Dilihat dari perannya, tersangka hanya simpatisan. Belum tahu pelaku utamanya," kata Hery, Rabu (12/8/2020).

Dia juga menyatakan bahwa aksi tersebut terjadi secara spontan. Massa yang datang disebutnya berasal dari kelompok yang berbeda-beda.

"Itu tidak ada kelompok tertentu. Itu masyarakat campur, pengajian sana, oknum masjid sini, oknum masjid sini," kata dia.

"Kalau kelompok kan berarti ada pimpinannya yang menggerakkan. Tetapi itu sembarang orang lewat ikut, natural mengalir, spontan saja," sambungnya.

Menurutnya, aksi penyerangan bermula karena ada satu mobil yang mencoba keluar dari lokasi kejadian. Padahal saat itu masih terjadi negosiasi yang dimediasi oleh kepolisian.

"Itu diawali karena ada satu mobil yang mau menerobos keluar sebelum mediasi selesai. Akhirnya terjadilah perusakan itu," kata Hery.

Terpisah, Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak menegaskan bahwa tindakan para pelaku merupakan aksi intoleran. Dia menegaskan akan menangkap seluruh pelaku tindak kekerasan.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada sedikit pun ruang bagi kelompok intoleran di Kota Solo, apalagi sampai melakukan kekerasan. Kita akan lakukan tindakan tegas, terukur sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," kata Ade Safri, seusai acara pisah sambut di Mapolresta Solo, tadi siang.

Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Sabtu (8/8) sekitar waktu magrib. Akibat penyerangan itu tiga orang yakni ayah dari mempelai perempuan, Habib Umar Assegaf (54) dan anaknya, HU (15), serta Husin Abdullah (57) terluka. Perwakilan keluarga, Memed menyebut ketiga korban itu ditendang, dipukul, dan dilempari batu.

"Pak Umar yang bersama anaknya, Hadi, naik motor juga langsung dikeroyok sampai jatuh. Yang paling parah Pak Umar karena melindungi anaknya, sampai kepalanya berdarah. Kakinya juga terjepit sepeda motor," ujar Memed di Mapolresta Solo, Senin (10/8). [dtk]