-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Pengacara Ungkap Kejanggalan Penangkapan Anggota FPI Atas Kasus Bom Molotov di Bogor

Pengacara Ungkap Kejanggalan Penangkapan Anggota FPI Atas Kasus Bom Molotov di Bogor

NUSAWARTA - Kuasa hukum terduga pelaku dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Azis Yanuar menyayangkan penangkapan kliennya atas kasus pelemparan bom molotov ke kantor PDIP di Kab. Bogor pada Juni lalu.

Pasalnya, dalam penangkapan kliennya itu pihak kepolisian tidak memperlihatkan surat penangkapan dan penahanan.

“Beberapa tidak diberikan surat penangkapan maupun penahanan kepada keluarganya,” kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020).

Menurut Aziz, keluarga dari pelaku pun sempat mendatangi Mapolres Bogor pada Minggu (23/8) malam.

Namun, dari pihak kepolisian malah mencegat keluarga di pintu gerbang Mapolres Bogor.

“Keluarga klien kami malah dicegat di pintu gerbang Mapolres Bogor dan tidak masuk sama sekali tanpa alasan,” ungkapnya.

Karena itu, mantan pengacara Eggi Sudjana itu meminta kepolisian agat tak berat sebelah terkait kasus yang menjerat 2 kliennya yang merupakan anggota FPI.

“Di mana 2 orang adalah klien kami berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan berkedudukan sama dimata hukum,” ungkap Aziz.

Seperti diketahui, teror bom molotov terjadi di dua markas PDIP PAC Bogor. Insiden pertama menimpa kediaman pengurus PDIP PAC Megamendung pada Selasa (28/7). 

Sehari berselang atau pada Rabu (29/7), teror bom molotov kembali terjadi di sekretariat PAC PDIP Cileungsi Bogor.

Tiap tempat diteror bom molotov. Selain itu, ada tiga kali lemparan di tiap markas partai berlambang banteng itu

Polisi kemudian menangkap tujuh orang terduga pelaku pelemparan bom molotov itu. Motif pelemparan tersebut tengah didalami.

“Motif masih didalami,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes CH Patoppoi via pesan singkat, Senin (24/8). [pjst]