-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Pengamat: Anies Buat Jalur Sepeda di Jalan Biasa Aja Gagal, Gimana Mau di Jalan Tol?

Pengamat: Anies Buat Jalur Sepeda di Jalan Biasa Aja Gagal, Gimana Mau di Jalan Tol?

NUSAWARTA - Pengamat Transportasi dari Forum Warga Jakarta Azas Tigor Nainggolan memberi kritikan menohok kepada Gubernur Anies Baswedan yang berencana membuka Jalur Sepeda di Jalan Tol dalam kota sejauh 20 Kilometer.

Menurut Tigor keinginan Anies itu sangat kontras dengan kenyataan yang ada saat ini. Pasalnya Jalur Sepeda yang ada saat ini saja tidak terurus. Padahal anggaran yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk jalur khusus itu tidak sedikit. 

"Nah Jalur Sepeda yang sudah ada sekarang aja banyak yang dipakai tukang parkir dan PKL sekarang malah minta di Jalan Tol. ngapain?" Kata Tigor, Sabtu (29/8/2020).

Dia meminta Anies untuk memaksimalkan Jalur Sepeda yang sudah ada sebelum bicara jalur baru. Sebab memakai ruas Jalan Tol untuk arena bersepeda menurutnya tidak gampang. Ada perhitungan teknis yang matang dan jelas hal itu kata dia terbentur Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan.

"Itu Anies udah bikin Jalur Sepeda di jalan biasa itu aja enggak kepakai.  Sekarang minta baru lagi,"tegasnya.

Dia lantas mengungkit kembali Anies Baswedan yang terlihat begitu antusias saat membuka sejumlah Jalur Sepeda di Jakarta pada tahun lalu. Dimana dirinya selalu bersepeda saat mengunjungi berbagai tempat. Hal ini kata dia tak lebih dari cara untuk meraup simpati warga Jakarta namun kenyataannya jalur khusus sepeda ini nyatanya terbengkalai.

"Jalur Sepeda di Jakarta cuman di awal-awal aja.  di awal Kadishub (Safrin Liputo) dan Anies naik sepeda habis itu hilang. ini cuman buat naiki ratung di sosmed aja,"tegasnya.

Sebelumnya, Tigor mengatakan, ?enutup sementara jalan bebas hambatan untuk mengakomodir kepentingan pesepedatidak semudah yang dibicarakan Anies.

Jalan Tol kata Tigor sifatnya berjejaring. Sambung menyambung antara satu tol dengan yang lainnya. Jadi ketika satu ruas ditutup dalam waktu tertentu maka hal ini bakal berimbas panjang pada ruas Jalan Tol lainnya.

"Jalan Tol itu sambung menyambung enggak bisa cuma ditutup setengahnya aja. Enggak semudah yang diomongin Anies,"tegasnya.

Tak hanya itu, Tigor menegaskan fungsi Jalan Tol sudah jelas dituangkan dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan menyebut jalan bebas hambatan hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor yang membayar tarif Jalan Tol.

Artinya, kalau Anies hendak membuka Jalur Sepeda di sana maka Undang-undang ini harus direvisi terlebih dahulu sebelum rencana itu benar-benar direalisasikan.

"Itu Jalan Tol punya Undang-undang sendiri. engak bisa Jalan Tol masukin kendaraan roda dua. dia harus rubah Undang-undang baru taruh Jalur Sepeda disana. makanya saya bilang enggak usa pusing-pusing tanggin itu mah. itu Anies cuma main-main doang,"ucapnya. [akrt]