-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Pengamat: Gausah Kaget, Sudah Bukan Rahasia Umum Kalau Ketum Partai dan Presiden Tunduk Pada Cukong Nakal, Nih Buktinya

Pengamat: Gausah Kaget, Sudah Bukan Rahasia Umum Kalau Ketum Partai dan Presiden Tunduk Pada Cukong Nakal, Nih Buktinya

NUSAWARTA -  Pengamat politik Ujang Komarudin menyatakan setiap Ketua Umum Partai Politik (Parpol) pasti tunduk kepada para cukong.

Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi parpol dalam merebut kekuasaan.

Demikian disampaikan Direktur Ekskutif Indonesia Political Review (IPR) itu saat dihubungi Pojoksatu.id, di Jakarta, Sabtu (29/8/2020) menyusul pejelasan Pakar Hukum Refly Harun yang menyebutkan Presidential Thershold (PT) dalam demokrasi.

“Begitu pula, Presiden dan Wakil Presiden mereka juga akan tunduk kepada para cukong-cukong nakal,” paparnya.

Bukan suatu yang aneh dan heran, lanjutnya, jika banyak cukong biayai atau beli Parpol karena begitulah cara cukong menguasai negara.

“Karena demokrasi hanya akan diisi oleh oligarki. Ujungnya kelompok mereka-mereka saja yang berkuasa,” tandas Ujang.

Sebelumnya, Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Refly Harun menyebutkan Mempertahankan Presidential Threshold (PT) dalam pilpres merupakan sesuatu yang buruk untuk politik dan demokrasi Indonesia.

Menurutnya, PT bisa membuat politik dan demokrasi Indonesia dibajak oleh pemilik modal. Ini lantaran mereka bisa “membeli” parpol yang ada di DPR.

“Agar tidak ada pasangan calon lagi yang dimajukan kecuali satu pasangan saja, yang barang kali bisa disetting para cukong,” terangnya dalam sebuah video yang diunggah di YouTube.

Pakar hukum tata negara itu bahkan mengaku pernah mendengar pernyataan dari seorang pengusaha bahwa untuk membeli parpol tidak perlu keluar duit banyak. Cukup sediakan Rp 1 miliar per partai. Artinya, jika di DPR hanya ada 9 partai, maka cukup mengeluarkan Rp 9 miliar.

“Dan bisa menguasai presiden dan wakil presiden, aparat, dan kekayaan Indonesia,” terangnya.

“Jadi bayangkan betapa kalau PT dipertahankan,” ujar Refly Harun. [pjst]