-->

Breaking

logo

August 19, 2020

Perihal Munculnya 'We Don't Know What We Don't Know', Golkar Menilai Anies sedang Kebingungan

Perihal Munculnya 'We Don't Know What We Don't Know', Golkar Menilai Anies sedang Kebingungan

NUSAWARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menganggap Gubernur Anies Baswedan sedang kebingungan melihat situasi pandemi Corona. Golkar menilai berharap kebingungan itu hanya sementara saja.

"Wah gawat kalau Gubernur Anies Baswedan sudah kayak nyerah dan tidak tahu harus bagaimana. Saya berharap ini bentuk kebingungan sementara dan Pemda masih punya semangat untuk mencegah rakyat Jakarta terhindar dari Corona," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco saat dihubungi, Selasa (18/8/2020).

Pernyataan Basri itu merespons Anies yang menyatakan situasi sekarang ini berada pada kondisi 'We Don't Know What We Don't Know'. 

Basri menilai apa yang disampaikan Anies itu diduga lantaran bingung mengendalikan Corona di DKI Jakarta.

"Anies sudah bingung kayaknya, bingung harus berbuat apa lagi terkait Corona," ucapnya.

Basri lalu menyinggung soal belum dibayarnya insentif terhadap tenaga medis sejak bulan Maret. "Anies sudah bingung kayaknya. Insentif tenaga medis juga belum dibayar sejak Maret," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI menyempatkan diri membaca perkembangan pandemi virus Corona. 

Khususnya yang terkait dengan bidang masing-masing.

Anies mengatakan saat ini sedang berada di situasi serba ketidaktahuan dalam menghadapi COVID-19. Situasi tersebut seperti masuk ke wilayah yang belum ada petanya.

"Bapak-Ibu sekalian, di hari-hari ke depan ini sebisa mungkin Bapak-Ibu menyempatkan membaca perkembangan terkait dengan pandemi yang relevan dengan bidang Bapak-Ibu. Di era modern ini, pandemi ini kejadiannya 100 tahunan," ujar Anies dalam video yang disiarkan di channel YouTube Pemprov DKI Jakarta seperti dilihat detikcom, Selasa (18/8).

"Kita sekarang dalam situasi we don't know what we don't know, kita ini tidak tahu apa yang tidak kita ketahui. Jadi kalau perjalanan itu kita masuk ke kawasan yang belum ada petanya. Ini agak babat alas ini. Tapi tidak banyak yang sekarang itu mau mengungkapkan di publik, hampir semua mengatakan tahu apa yang harus dikerjakan, yang biasa mengatakan begitu analis-analis. Ini situasinya rumit, tidak sederhana," ucapnya. [rml]