-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Pertama Kali di Dunia, Seorang Pria Terbukti Dua Kali Terserang COVID-19

Pertama Kali di Dunia, Seorang Pria Terbukti Dua Kali Terserang COVID-19

NUSAWARTA - Ilmuwan hong kong melaporkan kasus seorang pria sehat berusia 30an tahun yang 2 kali terinfeksi virus corona dengan jeda 4,5 bulan. 

Urutan genomnya pun menunjukkan 2 jenis virus yang jelas berbeda. Kasus ini menjadi kasus pertama seseorang dua kali terinfeksi virus corona dengan bukti.

Dilansir dari BBC pada Selasa (25/8), laporan dari Universitas hong kong ini akan diterbitkan di jurnal Clinical Infectious Diseases. 

Menurut laporan itu, pria tersebut dirawat di rumah sakit selama 14 hari hingga akhirnya sembuh. 

Namun, 4,5 bulan kemudian, ia dinyatakan positif covid-19 lagi meski tak punya gejala lebih lanjut. Serangan kedua ini diketahui saat ia mengikuti tes ludah selama pemeriksaan di bandara.

"Ini adalah contoh infeksi ulang yang sangat langka. Meski begitu, kasus ini seharusnya tidak membuat dunia berhenti mengembangkan vaksin covid-19. Diperkirakan virus ini akan bermutasi secara alami dari waktu ke waktu," komentar Brendan Wren, profesor patogenesis mikroba di London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan agar tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan kasus satu pasien. 

Menurut para ahli, infeksi ulang kemungkinan jarang terjadi dan belum tentu serius.

Ada lebih dari 23 juta kasus infeksi virus corona di seluruh dunia. Mereka yang terinfeksi akan mengembangkan respons kekebalan saat tubuh melawan virus. 

Respons kekebalan inilah yang membantu melindungi mereka dari kembalinya virus.

Namun, masih belum jelas seberapa kuat perlindungan ini atau berapa lama itu bertahan. WHO pun menilai diperlukan penelitian yang lebih besar dari waktu ke waktu untuk mengetahui lebih lanjut.

Hal senada juga diungkapkan Prof Paul Hunter dari University of East Anglia. 

Menurutnya, dibutuhkan lebih banyak informasi tentang kasus ini dan kasus infeksi ulang lainnya sebelum dapat diketahui implikasinya. [akrt]