-->

Breaking

logo

August 15, 2020

Pidato Kenegaraan Jokowi Dinilai Kurang Eksplor Persoalan Fundamental Bangsa

Pidato Kenegaraan Jokowi Dinilai Kurang Eksplor Persoalan Fundamental Bangsa

NUSAWARTA - Direktur Eksekutif Indo Polling Network, Wempy Hadir menilai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di sidang tahunan MPR RI 2020 kurang mengeksplor persoalan fundamental yang tengah dihadapi bangsa ini.

"Dia (Presiden Jokowi) tidak menjelaskan secara detail. Hal yang sederhana misalnya, bagaimana pelaksanaan program belajar rumah yang telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," kata Wempy, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Wempy, mestinya momentum pidato kenegaraan ini bisa dimanfaatkan sebagai saluran informasi kepada publik. 

Dengan demikian, publik merasa ada jawaban ada berbagai kegelisahan yang mereka hadapi.

"Bagaimana jalan keluar yang diambil oleh negara? Bisa saja pemerintah memberikan dispensasi kuota, media pembelajaran seperti laptop kolektif, dan lain-lain," tuturnya.

Selain itu, lanjut Wempy, biaya pendidikan juga terutama sekolah swasta mesti diberikan perhatian oleh pemerintah agar sekolah-sekolah swasta tidak mencari keuntungan yang besar dalam situasi krisis ini.

"Situasi dan kondisi kebatinan masyarakat seperti ini mesti ditangkap oleh Jokowi dan para menteri kabinet. Saya tidak mendengar pak Jokowi membicarakan hal ini dalam pidatonya. Padahal mayoritas masyarakat merasakan hal tersebut," ungkapnya.

Kemudian, Wempy juga menyoroti terkait program peningkatan ekonomi rakyat melalui berbagai stimulus yang diberikan oleh berbagai kementrian dan lembaga.

Menurutnya, dalam pidato kenegaraan, Presiden Jokowi belum menjelaskan secara baik sehingga publik tidak menangkap ada program pemberdayaan ekonomi di tengah pandemi Covid19 ini.

"Bisa saja programnya ada namun publik belum merasakan. Hal yang paling sederhana, bagaimana nasib kartu program pra kerja. Apakah program tersebut sudah dijalankan dan tepat sasaran," tandasnya. [akurat]