-->

Breaking

logo

August 26, 2020

Proyek Andalan Jokowi Ini Ternyata Baru Selesai 23,9 Persen

Proyek Andalan Jokowi Ini Ternyata Baru Selesai 23,9 Persen

NUSAWARTA - Proyek andalan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yakni program pembangkit listrik 35 ribu megawatt ternyata baru selesai 23,9 persen. 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Zulkifli Zaini saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Zulkifli menjelaskan, untuk proyek pembangkit listrik 35 ribu MW, yang sudah dimulai pengerjaan fisik mulai konstruksi sampai commisioning atau tersambung dengan grid PLN totalnya 78,4 persen.

Sementara, yang masih dalam tahap perencanaan pengadaan dan power purchase agreement (PPA) tetapi belum dimulai pengerjaan fisik adalah 27,6 persen.

"Artinya sudah lebih 3/4 program tersebut dimulai pembangunan fisiknya. Sementara yang sudah benar-benar beroperasi 23,9 persen,” kata Zulkifli seperti dilansir dari jpnn.

Sementara untuk program pembangkit listrik 7 ribu MW, kata Zulkifli sebesar 94 persen sudah dilakukan commercial operation date (COD), sertifikat laik operasi (SLO) atau commisioning. 

Sementara enam persen atau setara 458 MW masih dalam progres konstruksi.

 “Artinya keseluruhan program carry over tersebut secara fisik sudah dikerjakan bahkan sebagian besar sudah beroperasi,” kata dia.

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, akan ada penambahan pembangkit 56,4 gigawatt (GW). 

Porsi PLN adalah 28 persen, IPP murni 43 persen, kerja sama IPP dan anak perusahaan 17 persen, sisanya adalah wilayah usaha dan unallocated.

Ia menambahkan sesuai RUPTL juga, porsi PLTU adalah 48 persen, PLTG/MG/GU adalah 22 persen dan total pembangkit energi baru terbarukan atau EBT 30 persen."Sesuai RUPTL, program 35 ribu MW dan 7 ribu MW direncanakan selesai pada 2023," tutup Zukifli. [jst]