-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Realita 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Desa Perbatasan Maluku Masih Gelap Gulita

Realita 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Desa Perbatasan Maluku Masih Gelap Gulita

NUSAWARTA - Sejumlah Desa di Maluku masih terisolasi dan belum menikmati fasilitas aliran listrik dan internet pemberian pemerintah ketika negara ingar bingar merayakan 75 tahun kemerdekaan.

"Di sana ada tiga Desa, yakni desa Effa, desa Lehema dan desa Ilily Kecamatan Wakate, Seram Bagian Timur (SBT), mereka belum punya listrik, dan jaringan internet,"kata warga SBT Salim Rumakefin, Senin (17/8).

Ia bilang kawasan Indonesia timur khususnya pembangunan infrakstruktur di tida wilayah Maluku itu belum merata.

"Mereka masih hidup gelap gulita tanpa akses penerangan dan internet, padahal mereka merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,"imbuh dia.

Berbagai upaya telah dilakukan warga setempat demi mendapatkan hak sebagai warga negara namun upaya tersebut berujung sia-sia.

Salim mengatakan warga sempat berlayar menggunakan perahu layar berhari-hari hanya untuk meminta akses penerangan namun permintaan terhadap pemerintah kabupaten tidak pernah direspons dengan baik. 

Bahkan, kata dia warga pernah melakukan unjuk rasa di gedung kantor PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku terkait penerangan listrik di sana. 

"Semoga momentum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun, kepala negara pak Joko Widodo (Jokowi) bisa melihat warga di desa-desa perbatasan pulau di Maluku agar hak sebagai warga negara juga dirasakan," pinta dia.

Ia bilang proyek pembangkit listrik PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku utara pernah masuk di sana namun belakangan diketahui pihak kontraktor meninggalkan pekerjaan alias kabur sehingga pembangunan kelistrikan terhenti hingga saat ini. 

Padahal kata dia warga dengan secara suka rela menurunkan tiang-tiang listrik untuk menerangi desa mereka. 

"Sampai sekarang tiang-tiang listrik di sana sudah berkarat, proyek yang begitu besar mubazir, warga di sana belum merdeka dan belum menikmati fasilitas pemerintah selama Indonesia merdeka," pungkasnya. [cnn]