-->

Breaking

logo

August 13, 2020

Rekontruksi Kasus Pembunuhan WN Taiwan Ada 55 Adegan, Ini Satu Adegan yang Mengerikan

Rekontruksi Kasus Pembunuhan WN Taiwan Ada 55 Adegan, Ini Satu Adegan yang Mengerikan

NUSAWARTA - Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus pembunuhan WN Taiwan bernama Hsu Ming Hu.

Rekontruksi itu digelar di dua tempat yakni di halaman Resmob Polda Metro Jaya dan di kediaman korban di Cakarang Barat, Bekasi.

Dalam rekontruksi di depan Resmob ada empat adegan yang diperagakan para pelaku.

Sementara rekontruksi di kediaman korban di Cakarang Barat, Bekasi, Jawa Barat ada 51 adegan. Dengan begitu, 55 total adegan yang diperagakan para pelaku.

“4 adegan perencanaan yang dilaksanakan di tempat pengganti di depan Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Dan 51 adegan di TKP rumah korban di Cikarang Bekasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di PMJ, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Adapun dalam rekontruksi di Polda Metro Jaya penyidik menemukan fakta baru yaitu otak pelaku SS ternyata pernah menyuruh para pelaku untuk membunuh korban lain selain WN Taiwan. Akan tetapi penyidik tak membeberkan korban siapa yang dimaksud.

“Bisa dapat diartikan untuk melukai orang lain. Cuma siapa sasaran akan kita dalami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembunuhan berencana yang melibatkan empat pelaku berinisial SS (37), FI alias FT (30), AF (31), dan SY (38).

Korban seorang bos toko roti asal Taiwan bernama Hsu Ming Hu (52) dibunuh di kediamannya di Cikarang Pusat, Bekasi.

Kemudian dibuang para pelaku ke Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana mengatakan, motif para pelaku melakukan pembunuhan karena tersangka SS seorang perempuan merasa sakit hati terhadap korban yang tidak tanggungjawab atas kehamilan SS yang merupakan sekretaris korban.

Atas dasar itulah, SS menyuruh para pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Pelaku SS ini sebagai eksekutor yang membiayayi para pelaku. Motifnya tersangka SS sakit hati terhadap korban karena tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

Semantara itu tiga pelaku lainnya berinisial S, R, dan MS ditetapkan DPO yang beperan ikut menusuk korban. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal berlapis, antara lain Pasal 340, Pasal 338, Pasal 365 dan Pasal 351 KUHP, dengan ancaman maksimal pidana seumur hidup. [pjst]