-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Ricuh Acara Musda Golkar, Kader Lempar-lemparan Kursi

Ricuh Acara Musda Golkar, Kader Lempar-lemparan Kursi
NUSAWARTA - Musyawarah Daerah (Musdahttps://www.nusawarta.id/) ke- X DPD Partai Golkar Labuhanbatu, berlangsung ricuh. 

Peserta Musda sampai melakukan aksi banting dan lempar kursi di dalam ruangan Musda, Jumat (28/8/2020) sore.

Kader partai berlambang pohon beringin tersebut menilai pelaksanaan Musda kali ini cacat hukum, karena Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu terpilih secara aklamasi, Andi Suhaimi Dalimunthe, tidak memenuhi persyaratan menjadi pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota.

Musda ke-X Partai Golkar Labuhanbatu, dilaksanakan di aula kantor Partai Golkar Jalan SM Raja No. 56 Rantauprapat. Pelaksanaan Musda dihadiri pengurus Partai Golkar Sumut, di antara tiga Wakil ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Hasnan Said, Sabar Syamsurya Sitepu, dan Romay Noor, serta Ketua DPD II Partai Golkar Labuhanbatu terpilih, Andi Suhaimi Dalimunthe beserta para kader Partai Golkar Labuhanbatu.

Sebelumnya pada acara Musda ke-X Partai Golkar Labuhanbatu, hanya satu orang yang mendaftar maju mencalonkan diri sebagai kandidat ketua, yaitu Andi Suhaimi Dalimunthe, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu.

Namun saat pimpinan Musda ingin mengumumkan Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu terpilih secara aklamasi, beberapa kader Partai Golkar langsung protes ke unsur pimpinan Musda, kalau calon ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, tidak memenuhi persyaratan ketentuan yang diatur dalam Partai Golkar.

Berkisar sepuluh menit dibanjiri protes, aula kantor Partai Golkar Labuhanbatu memanas, hingga akhirnya kader Partai Golkar yang tidak terima dengan penetapan ketua terpilih secara aklamasi terlibat kericuhan dengan maju mengejar pimpinan sidang, bahkan sampai membanting kursi di dalam ruangan acara Musda.

Aparat Kepolisian dari Polres Labuhanhatu yang telah siaga di lokasi penyelanggaraan Musda, langsung membujuk menyuruh kader partai yang protes untuk segera keluar dari dalam ruangan Musda, hingga akhirnya pelaksanaan Musda berangsur kondusif. [wrte]