-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Ridwan Kamil Unggul Dari Anies dan Ganjar Soal Komunikasi Covid-19 ke Warga

Ridwan Kamil Unggul Dari Anies dan Ganjar Soal Komunikasi Covid-19 ke Warga

NUSAWARTA - Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo dinilai memiliki sikap kepemimpinan yang lebih baik dibanding sejumlah Gubernur dari provinsi lain dalam menangani pandemi virus corona covid-19 di wilayahnya.

Hal itu ditunjukkan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia dalam survei terbarunya terhadap 304 responden di 20 kota yang merupakan pemuka opini atau opinion leader di Indonesia.

"Di antara tiga tokoh ini tidak ada yang menonjol dan bahkan cenderung imbang. Selisih nilai yang mereka dapatkan di semua aspek kepemimpinan dalam penanganan Covid-19 tidak sampai 3 persen," kata Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (20/8/2020).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai sebagai kepala daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan paling baik dalam aspek komunikasi ke warga dengan skor 73,4. Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan skor 73,2 dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi ketiga dengan skor 72,1.

Ridwan Kamil juga dinilai memiliki kepemimpinan yang baik dalam aspek koordinasi kerja selama pandemi dengan skor 72,4; disusul Ganjar dengan skor 71,9, dan Anies dengan skor 71,6.

Sementara dalam aspek kepekaan terhadap krisis atau sense of krisis, Anies berada di posisi pertama dengan skor 72,9; disusul Ridwan Kamil 72,1; dan Ganjar Pranowo dengan skor 72,0.

"Meskipun tidak menempati posisi utama, Ganjar Pranowo memiliki nilai yang mendekati Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," terangnya.

Ketiga Gubernur ini mengungguli yang lain seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Gubernur Sumatera Utama Edy Rahmayadi.

Sementara itu yang disurvei adalah ratusan responden berlatarbelakang akademisi, redaktur politik dan redaktur kesehatan media massa, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial, politik, tokoh organisasi, organisasi keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi profesi. 

Pemilihan responden dilakukan secara purposif, terutama dicari dari media massa nasional atau daerah.

Oleh karena itu, hasil survei ini lebih mencerminkan penilaian responden, dan bukan populasi seluruh pemuka opini di Indonesia. 

Namun karena jumlah responden survei ini cukup banyak, dan terdiri dari pemuka opini yang sering menjadi rujukan, maka hasil survei ini cukup menyuarakan penilaian pemuka opini pada umumnya. [sra]