-->

Breaking

logo

August 22, 2020

Rizal Ramli Terhalang Beda Arah Politik dengan Pemerintah Atasi Resesi

Rizal Ramli Terhalang Beda Arah Politik dengan Pemerintah Atasi Resesi

NUSAWARTA - Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sudah berada di jurang resesi, dibutuhkan sosok handal untuk mengatasinya. 

Nama ekonom senior Rizal Ramli disebut sebagai sosok yang cocok.

Hal itu mengacu pada integritas dan track record yang dimiliki mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu. 

Namun, Rizal Ramli harus masuk kabinet terlebih dahulu untuk menyelesaikan ancaman resesi ekonomi, sebagaimana merosotnya pertumbuhan ekonomi kuartal II hingga minus 5,32 persen.

"Dia ahli ekonomi yang bisa diandalkan. Jika RR diberi amanah jadi menteri, RR bisa diharapkan dan diandalkan untuk bisa atasi krisis ekonomi dikit demi sedikit," kata pengamat politik Ujang Komarudin seperti dikutip dari rmol.id, Sabtu (22/8/2020).

Namun, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR)Nama ekonom senior Rizal Ramli disebut sebagai sosok yang cocok, namun hal itu tak bis terwujud karena terhalang beda politik dengan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

"Persoalannya, secara garis politik RR berbeda dengan pemerintah. Jadi akan sulit masuk kabinet lagi," jelasnya.

Rizal Ramli memprediksi ekonomi RI di triwulan III belum bisa tumbuh positif. 

Hal ini dikarenakan kinerja menteri Presiden Jokowi di kabinet tidak memiliki kompetensi untuk menyelesaikan persoalan utama yang membuat ekonomi Indonesia semakin terpuruk itu.

Menurut Rizal Ramli, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah cendrung membela masyarakat menengah ke atas yang notabene para pengusaha besar. 

Tapi, masyarakat yang merasakan betul dampak perekonomian akibat pandemik Covid-19 tidak dipriortaskan demi menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik semakin memuncak.

"Kalau yang gede yang dibantu, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada kredit akan anjlok. Tapi kalau yang dibantu adalah yang menengah ke bawah, maka akan ada pergerakan ekonomi. Kredit akan jalan, daya beli masyarakat terbantu dan itu akan membantu roda perekonomian makro," katanya.

"Tidak ada yang punya track record membalikan situasi dati negatif menjadi positif. Atau dari positif kecil ke positif besar. Enggak ada secara ekonomi makro. Yang ada tuh skandal-skandal ekonomi. Sri Mulyani kan gede namanya gara-gara skandal," kata Rizal Ramli. [lwjstc]