-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Rocky Gerung Bersabda: KAMI Menuntut Pemerintah Usut Tuntas Pihak yang Berupaya Mengubah Pancasila

Rocky Gerung Bersabda: KAMI Menuntut Pemerintah Usut Tuntas Pihak yang Berupaya Mengubah Pancasila

NUSAWARTA - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Selasa, 18 Agustus 2020, memaklumatkan 8 butir tuntutan kepada pemerintahan Presiden Jokowi. 

Dalam acara tersebut, pengamat politik Rocky Gerung turut didapuk membacakan tuntutan ke-7 dari 8 tuntutan yang dideklarasikan KAMI.

"Menuntut pemerintah untuk mengusut secara sungguh-sungguh dan tuntas, terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang," pekik Rocky Gerung dengan nada meninggi saat deklarasi yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Tak hanya sekali, Rocky mengulang membaca butir ketujuh tuntutan itu. 

"Pasang kuping baik-baik. Jangan sampai saya baca telinga kiri, keluar telinga kanan. Jadi, saya baca sekali lagi untuk telinga kanan," ujar Rocky.

Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga deklarator KAMI, Din Syamsuddin, perkumpulannya ini terdiri dari berbagai elemen bangsa. 

Mulai dari tokoh lintas agama, akademikus, aktivis, kaum buruh, dan berbagai sosok lintas generasi. Ia mengklaim dukungan terhadap gerakan ini berasal dari dalam dan luar negeri.

Din mengatakan semua tuntutan itu berisi butir keprihatinan terhadap kondisi negara, mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial, hukum, HAM, hingga sumber daya alam. 

Pemerintah Tidak Perlu Risau Dengan KAMI, Kan Lagi Kuat-kuatnya

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah resmi dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Selasa (18/8). 

Sebanyak 8 poin maklumat juga telah disampaikan kepada pemimpin negeri ini.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai semua pendapat, ide, masukan, gagasan membangun negeri perlu dihargai, dan didengar. Termasuk masukan-masukan yang disampaikan oleh KAMI.

“Apalagi hari ini bertepatan dengan hari konstitusi,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (18/8).

Menurutnya, pemerintah juga tidak perlu risau dengan kehadiran KAMI. Apalagi sampai harus menuduh makar gerakan ini. Sebab, pemerintah yang ada saat ini sangat kuat di parlemen.

“Tidak perlu risau karena pemerintahan ini kan lagi kuat-kuatnya. Jadi maju terus semua sahabat-sahabat dan senior-senior di KAMI. Liberte!” tutupnya. [rmol]