-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Rocky Gerung Gabung KAMI, PDIP Heran: Raja Dungu Mau Selamatkan RI?

Rocky Gerung Gabung KAMI, PDIP Heran: Raja Dungu Mau Selamatkan RI?

NUSAWARTA - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI yang berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020, diramaikan banyak sekali tokoh. Salah satunya akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung yang turut membacakan poin tuntutan.

Bergabungnya Rocky Gerung di barisan KAMI rupanya ditanggapi sinis oleh politisi PDIP, Ruhut Sitompul. Kata Ruhut, tak ada gunanya Rocky bergabung dalam gerakan tersebut. Sebab, Rocky disebut-sebut tak punya kapasitas untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang kehancuran.

“Bayangkan, Rocky Gerung ‘si raja dungu’ mau selamatkan Indonesia? Kan kita semua dibilang dungu, sedangkan dia sendiri raja dungu,” ujar Ruhut seperti dikutip Jitunews, Rabu 19 Agustus 2020.

Selain mengomentari Rocky, Ruhut juga menilai, tokoh-tokoh yang menasbihkan diri sebagai anggota KAMI rata-rata memiliki rekam jejak kurang baik. Itulah sebabnya, cukup mengherankan saat mendengar mereka hendak menyelamatkan negara dari sejumlah kemungkinan buruk.

“Belum lagi kita sudah tahu lah bagaimana rekam jejak Din Syamsuddin. Kita juga sudah tahu lah Said Didu sewaktu masih di BUMN, hancur itu BUMN,” terang Ruhut.

“Jadi mungkin di rumah mereka (anggota KAMI) atau di manapun mereka berjalan, tidak ada kaca untuk bercermin,” tambahnya.

Rocky Gerung Ditertawai

Pada deklarasi akbar tersebut, Rocky mendapat kesempatan membaca poin-poin tuntutan di depan para anggota serta hadirin yang datang. Menariknya, ada satu hal unik yang dia tampilkan saat menghaturkan poin nomor tujuh.

“Tujuh, menuntut pemerintah untuk mengusut secara sungguh-sungguh dan tuntas, terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah dasar negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang,” terang Rocky.

Alih-alih langsung melanjutkan ke poin delapan, Rocky justru membacakan kembali poin sebelumnya. Sebab, kata dia, kandungan yang termuat dalam poin tersebut sangat penting. Sehingga, tak boleh jika hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.

“Saya ulangi, itu (pembacaan poin ketujuh pada kesempatan pertama, red) untuk kuping kiri. Supaya enggak masuk kuping kiri, keluar kuping kanan, saya bacakan sekali lagi untuk kuping kanan,” kata Rocky yang kemudian disambut tawa riuh dari hadirin yang datang. [hps]