-->

Breaking

logo

August 23, 2020

Said Didu Ungkit Anggaran Influencer saat Deklarasi KAMI Australia

Said Didu Ungkit Anggaran Influencer saat Deklarasi KAMI Australia

NUSAWARTA - Mantan Sekretaris Menteri BUMN said didu mengungkit anggaran untuk influencer yang cukup bombastis angkanya. 

Said menilai, jika pemerintah dibiarkan mengucurkan anggaran influencer sebesar Rp90,45 miliar tidak tertutup kemungkinan bangsa ini akan terpecah.

"Jadi saya menyatakan bahwa apabila ini dibiarkan (pengucuran anggaran influencer) maka tidak tertutup kemungkinan bangsa ini terpecah-pecah dan bisa terjadi tidak sesuai dengan cita-cita para pendiri negara ini," ucap said didu dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (kami) Australia, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Deklarator kami itu, ada persimpangan amanah sebagai pemerintah yang mestinya bisa melindungi segenap rakyat bangsa dan negara. 

Lantas ia mempertanyakan apa pemerintah tidak merasa bersalah dengan mengadu rakyat menggunakan uang yang juga berasal dari rakyatnya.

"Itu saya pikir kenapa kami hadir karena sudah terjadi betul-betul keberanian lebih untuk mengutak-atik arah perjuangan arah cita-cita pendirian NKRI," tegasnya.

"Teman-teman udah baca semua bagaimana membiayai buzer dengan uang rakyat untuk membayar rakyat lain mengadili rakyat lain," sambungnya.

Diketahui, sebelumnya, Indonesia Coruption Watch ( ICW) mengungkap, pemerintah telah menghabiskan Rp 90,45 miliar untuk aktivitas digital yang melibatkan jasa influencer.

"Total anggaran belanja pemerintah pusat untuk aktivitas yang melibatkan influencer mencapai Rp 90,45 miliar," kata peneliti ICW Egi Primayogha dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2020).

Angka tersebut didapat dari hasil penelusuran ICW pada situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejumlah kementerian dan lembaga pada periode 2014-2018.

Terdapat 34 kementerian, 5 lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK), serta dua institusi penegak hukum yakni Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang ditelusuri. [aakrt]