-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Salut dan Bangga, Warga Keturunan Jawa di Suriname Tetap Kibarkan Bendera Merah Putih

Salut dan Bangga, Warga Keturunan Jawa di Suriname Tetap Kibarkan Bendera Merah Putih

NUSAWARTA - Mungkin banyak di antara kita yang sudah tidak asing lagi dengan Suriname. Ya, Suriname merupakan negara kecil di Benua Amerika bagian selatan yang 15% penduduknya merupakan keturunan Jawa asli.

Mereka dibawa oleh Belanda untuk dipekerjakan di berbagai sektor, mulai dari perkebunan hingga pembangunan jalur kereta api. 

Dilansir dari Wikipedia, setidaknya sebanyak 32.965 orang Jawa diberangkatkan ke Suriname pada akhir abad ke-19. Hingga saat ini, bahasa Jawa masih digunakan sebagai bahsaa percakapan sehari-hari.

Tak hanya bahasa, mereka juga masih kerap mempertontonkan atraksi budaya Indonesia. Melalui kanal Youtube Budi Sarwono, warga keturunan Jawa terlihat tengah berkumpul untuk merayakan pesta di distrik Commewijne, Desa Rust En Werk.

Uniknya, dalam pesta tersebut, terdapat pertunjukkan jaran kepang hingga sajian musik Jawa. 

Para tamu yang hadir juga ikut bergoyang ala poco-poco, salah satu tarian senam dari Maluku.

Bahkan, dalam berbagai kesempatan, mereka juga masih mengibarkan bendera merah putih yang disandingkan dengan bendera Suriname.

Merah putih juga digunakan sebagai atribut para penari Jaran Kepang. Dengan lantunan lagu Jawa, para penari yang bertelanjang dada tersebut mampu menggerakkan badan dengan lihai.

Nasionalisme para keturunan Jawa di Suriname memang tak diragukan lagi. Pada perayaan HUT RI ke-72 lalu, terdapat pertunjukkan wayang kulit yang disajikan untuk masyarakat Suriname.

Dilansir dari Antara, Menurut Kasidi Kasiran, dari distrik Wanica, sekarang tinggal satu orang warga Suriname yang mampu menguasai wayang dan berperan sebagai dalang, yaitu Sapto Sopawiro. 

Berbeda dengan 15-20 tahun lalu, di mana wayang selalu menjadi pertunjukkan favorit dalam setiap acara.

Tak hanya itu, warga keturunan Jawa Suriname juga masih kerap menghadiri acara Indofair yang memamerkan budaya dan kekayaan kuliner khas Indonesia. 

Oleh karena itu, tak heran, ya, jika musisi seperti Didi Kempot hingga Waldjinah bisa terkenal sampai ke Suriname. [hps]