-->

Breaking

logo

August 22, 2020

Sambil Mengejek Para Dokter, Perempuan Penjemput Paksa Jenazah Covid-19 Kabur Lewat Pintu Belakang

Sambil Mengejek Para Dokter, Perempuan Penjemput Paksa Jenazah Covid-19 Kabur Lewat Pintu Belakang

NUSAWARTA - Seorang perempuan penjemput paksa anggota keluarga yang terinfeksi Covid-19 di Batam berhasil kabur ketika akan diamankan untuk menjalani karantina. 

Bahkan sebelum kabur ia mengejek tenaga medis yang menjemputnya.

“Ada yang masih kabur dari keluarga YHG,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi di Batam, Jumat(21/8).

Perempuan itu kabur lewat pintu belakang ketika Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Kepulauan Riau kembali untuk membawa 23 orang yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 ke Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang.

“Dia (perempuan yang kabur) lewat pintu belakang, pada saat sedang dikumpulkan untuk dievakuasi,” kata dia.

Didi menyatakan tim membawa seluruh keluarga dan kerabat yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah pasien terkonfirmasi positif nomor 433 berinisial YHG, ke RSKI untuk menjalani tes usap Covid-19.

Ia menjelaskan, seluruh pihak yang terlibat harus menjalani tes usap, demi memastikan kondisi kesehatannya sebelum menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Sementara itu, Gugus Tugas masih menelusuri keberadaan kerabat korban, seorang perempuan, yang diketahui memaparkan air liur jenazah ke mukanya.

Keluarga menjemput secara paksa jenazah YHG di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, sebelum hasil tes usap Covid-19 keluar. YHG sendiri diantar ke rumah sakit pada 19 Agustus dalam kondisi meninggal (death on arrival), dan langsung dilakukan pemeriksaan swab hidung.

Begitu hasil positif Covid-19 terbit, tim dari Puskesmas dan Polsek Sekupang meminta agar jenazah menjalani pemulasaran sesuai protokol Covid-19.

Tim pun langsung melakukan penelusuran terhadap kontak erat, dan mengumpulkannya di sekolah yang juga dijadikan tempat ibadah.

Menurut Didi, perempuan yang berprofesi sebagai pedagang itu sempat menantang dan mengejek dokter.

Sementara itu, dalam dua hari terakhir, terdapat dua penjemputan paksa jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebanyak 15 orang yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah terkonfirmasi positif 415 telah menjalani tes usap Covid-19, dan hasilnya negatif. [idns]