-->

Breaking

logo

August 30, 2020

Sebarkan Isu Palsu Hingga Berujung Penyerangan Brutal, Apa Sanksi untuk Prada MI?

Sebarkan Isu Palsu Hingga Berujung Penyerangan Brutal, Apa Sanksi untuk Prada MI?

NUSAWARTA - Aksi penyerangan dan pengerusakan Mapolsek Ciracas pada Sabtu (29/08/2020) dini hari WIB, dipicu kabar hoaks yang dihembuskan oleh oknum TNI Prada MI. Ia menyebarkan isu bahwa dirinya dikeroyok. Padahal sejatinya Prada MI cuma korban kecelakaan lalu lintas.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap, kronologi yang sebenarnya terjadi adalah MI mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina.

Selain diperkuat dengan pernyataan saksi di TKP, kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian.

"Pada tayangan menit ke-37, MI terjatuh di sekitar tikungan, tidak ada pemukulan dari belakang, depan atau pengeroyokan," kata Dudung.

Saat menghubungi seluruh rekannya, lanjut Dudung, MI selain mengaku menjadi korban pengeroyokan, juga menyampaikan kalimat kotor yang dianggap mencoreng citra TNI. Pengakuan MI dikeroyok itu lalu memicu rekan-rekannya melakukan tindakan perusakan.

"Informasi di media sosial yang bersangkutan dikeroyok dan ada beberapa kalimat yang membangkitkan emosi sehingga dengan jiwa korsa berlebihan dan tidak terkendali melakukan perusakan," ujarnya.

Setelah mendapatkan informasi terkait adanya pergerakan itu, TNI langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dari kasus itu.

"Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, ditelepon seniornya bilang dikeroyok," ungkap Dudung.

Penyelidikan dilakukan, mulai dari meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. Kemudian memeriksa hasil rekaman kamera CCTV. Lalu memeriksa hasil visum tim dokter. Dan mengkonfirmasi langsung kepada Prada MI. Hasilnya, saksi menyatakan kecelakaan tunggal.

"Rekaman CCTV juga memperlihat Prada MI kecelakaan tunggal. Visum juga mengeluarkan hasil yang sama. Kita konfirmasi ke yang bersangkutan dan secara jujur yang bersangkutan mengakui kecelakaan tunggal," kata Pangdam Jaya.

Pangdam Jaya juga menyatakan, TNI sedang melakukan investigasi untuk mengungkap alasan atau motif Prada MI membuat informasi palsu yang telah memicu terjadinya penyerangan, menimbulkan kerugian dan meresahkan masyarakat itu.

"Sejauh 6 orang teman Prada MI sudah diamankan POM TNI Kodam Jaya, mereka merupakan penerima info palsu dari Prada MI," katanya.

Sementara Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom), Mayjen TNI Eddy Rate Muis mengatakan, Prada MI bisa terancam melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jika terbukti menjadi penyebab kasus penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas.

"Apakah ini ada akibat berita atau isu yang hoaks? jadi kita masih bekerja. Kalau memang ini terbukti ada berita hoaks ini tentunya akan dijerat dengan Undang-Undang ITE," kata Mayjen Eddy.

Eddy meyakinkan tidak akan ada satu pun pelaku yang bisa lolos dari jerat hukum sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku.

"Jadi tidak ada yang akan lolos, biarkan tim kerja dulu, kalau memang betul nanti sudah terbukti semua pasti akan dijerat dengan undang-undang yang berlaku," katanya.[bzlw]