-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Semringahnya Warga Maros Saat Mobil Tangki Bagikan 8.000 Liter Air Bersih

Semringahnya Warga Maros Saat Mobil Tangki Bagikan 8.000 Liter Air Bersih

NUSAWARTA - Puluhan warga di Desa Bonto Lempangan, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilanda kekeringan. Warga begitu semringah saat satu mobil tangki milik pemadam kebakaran turun membagikan air bersih gratis untuk mereka.

Betapa tidak, sejak dua bulan terakhir, mereka harus mengeluarkan uang hingga Rp 20 ribu hanya untuk membeli air bersih guna keperluan sehari-hari. 

Mereka tidak punya pilihan lain karena tak ada satu pun sumber air bersih yang bisa dikonsumsi di wilayah yang kebanyakan tambak itu.

"Di sini tidak ada sumur. Kalaupun ada kita gali, itu airnya asin karena memang kami dekat dengan tambak. Satu-satunya, kita hanya membeli dari mobil tangki keliling. Ya sehari kita bisa keluarkan uang sampai Rp 20 ribu saja hanya untuk air bersih," kata salah seorang warga, Najma, Selasa (25/8/2020).

Untuk menghemat penggunaan air bersih, warga terkadang mandi hanya sekali selama 2 hari. Itu pun menggunakan air yang sudah ditakar agar bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti memasak dan mencuci. Bahkan, air tawar yang mereka beli juga kerap dicampur dengan air empang yang asin untuk digunakan buat mencuci piring.

"Kita mandi itu kalau mau pergi-pergi saja. Kalau cuma di rumah kadang dua hari baru mandi. Ya harus bagaimana lagi karena kita mau hemat air. Apalagi sekarang ini, keuangan juga susah, makanya jadi tambah susah kita harus beli air juga," sebutnya.

Sejak memasuki musim kemarau, di wilayah Maros sendiri terdapat empat kecamatan yang paling terdampak kekeringan. Mulai dari Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, hingga Marusu, yang memang masuk wilayah pesisir. Untuk membantu meringankan beban warga, Pemerintah bersama TNI-Polri telah membagikan air gratis ke sejumlah titik setiap dua hari sekali.

"Kita sudah lakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan ini sejak dua bulan lalu. Kami dari Kodim menghimpun teman-teman dari Pemerintah dan juga Polri untuk bersama-sama turun membantu warga. Hari ini itu ada 8.000 liter," kata Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman.

Budi mengatakan sumber air payau dan asin di wilayah ini, bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi air tawar. Jadi ada jalan keluar atas krisis air bersih yang tiap tahun dialami warga.

"Kami merasa prihatinlah, sehingga memang harus dipikirkan bersama, termasuk dengan mengupayakan pengadaan air sistem penyulingan ataupun solusi lainnya. Ya mudah-mudahan ini bisa teratasi," ujarnya. [dtk]