-->

Breaking

logo

August 22, 2020

Seperti Anjing 'Jelmaan Anak SMP', Video Babi Ngepet Juga Pernah Bikin Geger

Seperti Anjing 'Jelmaan Anak SMP', Video Babi Ngepet Juga Pernah Bikin Geger

NUSAWARTA - Video seekor anjing yang disebut sebagai jelmaan 'anak SMP' di Lombok, NTB, viral di media sosial. Video yang juga membawa-bawa narasi 'hewan jelmaan' juga pernah viral tahun lalu.

Video itu menunjukkan aksi 'babi ngepet' di atap rumah milik salah seorang warga di Kampung Cisanggiri, Kecamatan Cibalong, Garut. Setelah dimintakan konfirmasi kepada aparat polisi setempat, ternyata itu hanyalah babi hutan.

"Nggak ada, itu babi ngepet. Itu babi hutan saja," ujar Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon, Rabu (9/1/2019).

Penampakan 'babi ngepet' itu ramai diperbincangkan di media sosial Facebook, setelah akun Sandy Santiko mengunggah video tentang babi tersebut.

Rabu (9/1/2019) sore, ada dua video berkaitan yang diunggah sang pemilik akun Sandy Santiko. Video pertama berdurasi 11 detik. Menunjukkan seekor babi berada di atap rumah warga hingga terjatuh.

"Duka ti mana asal usulna, duka kumaha mimitina, jeung duka timana datangna. Aya BAGONG mogok dina Suhunan. (Entah dari mana asal-usulnya, entah bagaimana awalnya, dan entah dari mana datangnya. Ada babi di atap genting) #DiKampungCisanggiriCibalong," ujar pemilik akun Sandy Santiko dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, video lainnya yang diunggah berdurasi 1 menit 5 detik. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga tengah mengepung babi tersebut. Di akhir video, terlihat masyarakat memukuli babi itu hingga babi tersebut berdarah-darah.

Sejak diunggah pada Senin (7/1/2019), video tersebut telah disukai 860 orang dan sudah dibagikan lebih dari 3.000 kali. Beragam komentar menghiasi unggahan itu. Bahkan sebagian warganet menyebutnya sebagai babi ngepet.

"Lain di garebugan kudu nmh di tungkupan ku sarung lamn eta bagong ngepet rubah gera (Harusnya bukan dipukuli, tapi ditutup pakai sarung. Kalau itu babi ngepet, bakal berubah)," ujar akun Lina Rosemary dalam kolom komentar.

"Babi ngepet jigana. Maenya bisa hiber k luhur (Babi ngepet sepertinya. Masak bisa terbang ke atas)," ujar akun Budi Doremifasol dalam kolom komentar.

Ridwan mengatakan babi hutan tersebut akhirnya dibunuh lantaran menyerang sejumlah warga. Babi hutan itu mati didor petugas.

Ridwan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat tidak percaya takhayul.

Sebelumnya diberitakan, video 'anjing jelmaan anak SMP' itu beredar di YouTube, salah satunya diunggah oleh akun Ricky Satria pada 11 Agustus. Video memperlihatkan seekor anjing warna krem sedang terbaring di tanah dengan kondisi terengah-engah.

Anjing malang itu dikaitkan dengan ilmu hitam bernama selaq. Disebutkan oleh akun Ricky Satria dalam judul videonya, anjing itu adalah jelmaan anak SMP. Tentu saja ini tidak masuk akal. Video itu banyak mendapat kecaman dari netizen.

Namun anjing malang itu diduga diracun oleh seseorang. "Hasil penyelidikan polisi sementara ini, anjing tersebut diduga makan makanan yang mengandung racun, dan saat ini anjing tersebut sudah mati dan telah dikubur," kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Artanto. [dtk]