-->

Breaking

logo

August 28, 2020

Situasi Memanas, 500 Warga Serbu dan Bakar Kantor BKD Mamberamo Raya

Situasi Memanas, 500 Warga Serbu dan Bakar Kantor BKD Mamberamo Raya

NUSAWARTA - Tak kurang dari 500 warga menyerbu dan membakar kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Jumat (28/8/2020).

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal dilansir Antara menjelaskan, peristiwa itu terjadi dari pukul 11.00 WIT hingga 13.00 WIT.

“Terjadi perusakan dan pembakaran kantor BKD Mamberamo Raya oleh oknum warga. Mereka kecewa terkait hasil pengumuman CPNS 2018 oleh pemerintah setempat,” kata Kamal.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIT, puluhan warga yang diduga tidak lolos formasi CPNS 2018 itu berkumpul di Distrik Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya.

Mereka kemudian menyeberang ke Burmeso, pusat perkantoran dengan menggunakan sejumlah speedboat dan perahu.

”Dalam perjalanan ke arah pusat perkantoran di Burmeso, mereka melakukan pelemparan sejumlah kantor. Termasuk kantor KPU setempat,” terang Kamal.

Awalnya, sejumlah warga itu datang ke kantor BKD untuk menemui pejabat atau staf terkait.

Tujuannya, tidak lain menanyakan pengumuman CPNS formasi 2018 yang telah beredar di tengah publik.

“Tapi di sana tidak didapatkan, tidak ada (staf) yang bisa menjelaskan terkait hasil pengumuman CPNS itu,” terangnya.

Saat itu, Kapolres Mamberamo Raya bersama personilnya yang ada di lokasi melerai dan menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis.

Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil lantran jumlah warga yang berkumpul mencapai sekitar 500 orang.

Setelah melampiaskan kemarahan dengan merusak dan bakar kantor BKD, massa membubarkan diri.

”Mereka membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan speedboat dan perahu,” ujarnya.

“Mereka tidak tinggal di Burmeso, ada yang di Kasonaweja dan distrik lain,” papar Kamal.

Kamal menyatakan, peristiwa ini sejatinya bisa dicegah seandainya pemerintah setempat berkoordinasi terkait pengumuman CPNS agar bisa dilakukan antisipasi.

”Pihak kepolisian baru tahu setelah ada mobilisasi massa yang bergerak dari Kasonaweja ke Burmeso,” kata dia.

“Hal ini cukup kita sayangkan, karena merugikan. Jika ada hal yang patut dibicarakan sebaiknya dilakukan,” sesal Kamal.

Hingga kini, aparat kepolisian Polres Mamberamo Jaya masih bersiaga di lingkungan perkantoran di Distrik Burmeso dan Kasonaweja.

Sementara itu, pantauan dari laman media sosial Facebook Mamberamo Raya News, sejumlah warga melampiaskan berbagai kekecewaan. [pjst]