-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Sohibul Iman: Lihat Saja Faktanya, Tampak Sekali Pemerintah Kita Sekarang Ini Gagal Paham

Sohibul Iman: Lihat Saja Faktanya, Tampak Sekali Pemerintah Kita Sekarang Ini Gagal Paham

NUSAWARTA - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menilai pemerintah gagal mengelola hubungan terkait strategi melakukan mitigasi pandemi dan pemulihan ekonomi selama lima bulan berjalan.

"Tampak sekali bahwa pemerintah gagal paham dalam mengelola hubungan antara bagaimana strategi melakukan mitigasi pandemi dan pemulihan ekonomi," kata Sohibul, baru-baru ini.

Para ahli kesehatan dan ekonomi, ujar dia, telah sepakat bahwa kinerja ekonomi adalah fungsi dari kemampuan dalam menangani permasalahan pandemi.

"Artinya, jika pemerintah semakin cepat dan tepat mengatasi pandemi, maka ekonomi akan semakin cepat pulih," kata dia.

"Dan sebaliknya, jika pemerintah semakin lambat dan tidak akurat dalam menangani pandemi maka ekonomi juga akan semakin lambat pulihnya," tambahnya.

Ia menjelaskan bangsa ini seharusnya memiliki keyakinan yang sama bahwa ekonomi cepat atau lambat akan pulih kembali (rebound).

Sedangkan warga dan tenaga medis yang meninggal tidak akan bisa kembali lagi. 

Setiap warga yang meninggal yang diumumkan oleh pemerintah bukanlah angka statistik saja.

"Jangan pernah beranggapan bahwa korban warga yang meninggal dan yang terinfeksi sebagai biaya dari krisis. Apalagi jika itu dianggap sebagai biaya dari pemulihan ekonomi," kata dia.

PKS, kata dia, sudah jauh-jauh hari mengingatkan pemerintah melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Kita tegaskan bahwa dalam penanganan Covid-19 ini, kita harus berfokus pada penanganan kesehatan. Jangan korbankan penanganan pandemi untuk kepentingan ekonomi. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan kesehatan dan persoalan ekonomi secara bersamaan," kata Sohibul.

"Ini akan menjadi double mistake. Gagal mengendalikan pandemi. Gagal memulihkan ekonomi. Ternyata kebijakan pemerintah hari ini membuahkan hasil yang menyedihkan. Kesehatan masih tetap terbengkalai, kurva pandemi kita tetap naik. Sisi lain, kondisi ekonomi kita makin terpuruk," tambahnya.