-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Tahu Jaksa Fedrik Meninggal Dunia, Novel Baswedan Berikan Komentar Begini

Tahu Jaksa Fedrik Meninggal Dunia, Novel Baswedan Berikan Komentar Begini

NUSAWARTA - Novel Baswedan ternyata sudah mengetahui kabar meninggalnya Jaksa Fedrik Adhar Saripuddin.

Akan tetapi, penyidik senior KPK itu enggan berkomentar jauh terkait meninggalnya jaksa yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap dirinya itu.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Turut berdukacita,” tutur Novel dikonfirmasi wartawan, Senin (17/8/2020).

Lebih lanjut, Novel hanya mendoakan arwah Jaksa Fedrik Adhar.

“Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya,” sambungnya.

Selama proses persidangan kasus penyerangan dirinya, Novel Baswedan sendiri berberapa kali mengomentari Jaksa.

Seperti tuntutan super ringan JPU kepada para pelaku penyerangan dirinya.

“Saya heran dan yang lebih mengejutkan lagi adalah tuntutan JPU,” tuturnya, Minggu (21/6).

Menurutnya, tuntutan super ringan JPU kepada kedua terdakwa itu jelas menyepelekan peristiwa yang dialaminya.

“Ini suatu yang saya melihatnya bukan hanya untuk mengejek diri saya dan menyepelekan perkara ini,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, kata Novel, ini jelas telah mencederai keadilan.

“Tapi saya melihat ini sudah seperti mencederai rasa keadilan dan perspektif di masyarakat,” sambungnya.

Karena itu, Novel mengaku bingung dengan jalan pikiran Jaksa yang hanya menuntut satu tahun penjara kepada dua oknum anggota Brimob itu.

“Saya tidak mengerti kenapa kok bisa demikian, memang kalau dilihat dalam tuntutan pasal yang disebutkan adalah pasal 353 ayat 2,” ucap Novel.

Sebelumnya, Kapuspenum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono pun membenarkan kabar tersebut.

Hari menyatakan bahwa Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara itu meninggal dunia lantaran menderita komplikasi.

“Info sakitnya komplikasi penyakit gula,” kata Kapuspenkum Kejagung, Senin (17/8).

Hari menyampaikan, Jaksa Fedrik menghembuskan nafas terakhir pada hari ini, Senin (17/8) pukul 11.00 di RS Pondok Indah Bintaro.

“Semoga almarhum husnul khotimah, aamiin ya robbal alamin,” tuturnya.

Terpisah, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut bahwa Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin meninggal dunia karena Covid-19.

Hal ini dipastikan setelah Burhanuddin berkomunikasi langsung dengan Kepala Kejati DKI Jakarta Asri Agung Putra.

“Benar (meninggal karena Covid-19),” ungkap ST Burhanuddin dikonfirmasi, Senin (17/8).

Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui kapan dan dimana nantinya Fedrik dimakamkan.

Untuk urusan tersebut, lanjutnya, pihaknya masih menunggu kabar lanjutan dari Kejati DKI Jakarta.

“Saya juga baru dapat informasi dari Kajati DKI via telepon,” tandasnya.

Untuk diketahui, Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin sempat menjadi sorotan publik.

Hal itu lantaran tuntutan yang ditujukan kepada pelaku penyiraman Novel Baswedan dianggap terlalu ringan.

Di media sosial lantas beredar foto-foto Jaksa Fedrik Adhar yang kerap menunjukkan kemewahan.

Dalam kasus penyidik senior KPK itu, JPU menyebut penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi tanpa disengaja.

Atas dasar itu, Jasa menuntut dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, masing-masing hanya satu tahun penjara. [pjst]