-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Teddy Gusnaidi: Ibas Jangan Kelamaan Berhalusinasi, Kerjaan Orang Mabok

Teddy Gusnaidi: Ibas Jangan Kelamaan Berhalusinasi, Kerjaan Orang Mabok

NUSAWARTA - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menyebut Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sedang berhalusinasi.

Meski begitu, Teddy meminta masyarakat agar tidak membully Ibas. Sebab, setiap orang punya hak untuk berhalusinasi.

“Jangan bully ibas saat dia sedang berhalusinasi, karena setiap orang berhak untuk berhalusinasi,” kata Teddy melalui akun Twitternya, Rabu (12/8).

Teddy menyarankan Ibas tidak kelamaan berhalusinasi, karena berhalusinasi adalah pekerjaan orang mabuk.

“Tapi halunya jangan kelamaan juga, kalau kelamaan, itu kerjaan orang mabok,” tambah Teddy.

Sebelumnya, Ibas meminta agar pemerintah menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Kita harus mengejar kualitas kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi sekarang ini,” kata Ibas Selasa (11/8/2020).

Putra Susilo Bambang Yudhyono (SBY) itu menekankan pentingnya infrastruktur yang menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu penting agar para pelajar yang belajar dari rumah tidak menemui kendala dalam menyerap ilmu pengetahuan.

“Perlu juga dibuatkan kelas-kelas khusus melalui grup kecil. Pendistribusian pekerjaan rumah bisa melalui pos, bagi para siswa dan siswi yang belum memiliki fasilitas jaringan internet ataupun wifi juga perlu diperhitungkan,” kata Ibas.

Pemerintah pusat maupun daerah, sambungnya, perlu memberikan beasiswa kepada siswa dan siswi dari kalangan tidak mampu. Sebab masyarakat tentu sedang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19.

Menurut Ibas, masih banyak murid yang belum beruntung, menikmati fasilitas seperti jaringan internet yang memadai, laptop ataupun kuota internet. Terlebih di daerah-daerah pedalaman.

Ibas juga pernah membuat pendukung Jokowi kebakaran jenggot saat menyebut ekonomi meroket di masa pemerintahan SBY.

“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan dan keyakinan, dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu, ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain. Termasuk tentang persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran,” kata Ibas. [pjst]