-->

Breaking

logo

August 11, 2020

Tengku Zul Doyan Senggol Jokowi, Kiyai Ma'ruf: MUI Bukan Musuh!

Tengku Zul Doyan Senggol Jokowi, Kiyai Ma'ruf: MUI Bukan Musuh!

NUSAWARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa MUI merupakan khadimul ummah wa ishlahul ummah atau pelayan umat dan yang memperbaiki kondisi umat.

Ia pun meminta MUI harus konsisten dalam upaya ishlahul ummah finiyatan wa ijtimaiyyatan atau mengeluarkan ijtima demi memperbaiki kondisi umat.

"Ke depan, MUI harus menjadi markazul islahat (pusat perbaikan/ perubahan). Baik aqidatan, fikratan, ibadatan, akhlakiyyatan wa harakatan dan juga masalah-masalah intamqiyah, watafakiyatan," ujarnya dalam Milad MUI ke-45 secara virtual, Senin (10/8/2020).

"Jangan sampai MUI hanya bisa melakukan ijtimaat saja, tetapi juga harus melakukan zona perbaikan di berbagai tempat. Jangan sampai juga MUI trust deficit, dari kepercayaan," sambungnya.

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa MUI bukan alat pemerintah. Sambungnya, MUI harus menjadi wadah aspirasi umat yang perlu diperjuangkan.

"Selama ini MUI menempatkan diri sebagai mitra pemerintah, bukan alat pemerintah apalagi musuh pemerintah. MUI menempatkan diri sebagai khadimul umah," kata Ma’ruf.

"Ada yang berada di ormas, parpol, pemerintahan dan ada di berbagai lapisan masyarakat. MUI harus bisa menjadi tempat mengadu serta tempat penyampaian aspirasi dari umat untuk diperjuangkan," tukas dia.

Sementara itu, sebelumnya, Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul kembali menuliskan soal buzzer dan rezim pemerintah di dalam akun Twitter pribadinya.

"Buzzers menulis di Medsos Negara jadi amburadul dan rusak krn banyak sekali Ustadz abal abal yg NYINYIR dan suka KRITIK Pemerintah," tulisnya, seperti dikutip, Jumat (7/8/2020).

Lanjutnya, ia meminta ditunjukan negara mana yang bangkrut karena sering mendapat kritikan. Menurut dia, negara akan bangkrut jika pejabatnya bodoh dan korup.

"Coba tunjukkan negara mana yg bangkrut krn Pemerintahnya banyak DIKRITIK. Negara bangkrut krn banyak koruptor, maling, hutang, dan pejabat bodoh," lanjutnya. [wrte]