-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Terbongkar! Ini Alasan Jokowi Langsung Teken Pengadaan 290 Juta Vaksin

Terbongkar! Ini Alasan Jokowi Langsung Teken Pengadaan 290 Juta Vaksin

NUSAWARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken kontrak untuk pengadaan 290 juta vaksin covid-19. Padahal, uji klinis vaksin tersebut hingga kini belum selesai.

Namun, terkait hal itu, juru bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan alasannya.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk bisa mendapatkan akses vaksin lebih dini dibandingkan negara-negara lain merupakan upaya memastikan masyarakat Indonesia terlindungi.

Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk 267 juta orang harus mampu menyediakan perlindungan kepada masyarakat, dalam konteks ini vaksin Covid-19.

"Pada saat yang bersamaan pemerintah RI melalui konsorsium yang ada juga mengembangkan vaksin sendiri tetapi masih perlu waktu untuk bisa tersedia vaksinnya. Dan sementara waktu kita belum tersedia vaksinnya dari produksi dalam negeri dan ini dilakukan dalam rangka kemandirian bangsa, upaya untuk mendapatkan akses sudah kita jalankan lebih dahulu dari negara-negara lain," kata Wiku, seperti dikutip dari cnbcindonesia, Selasa (25/8/2020).

Lebih lanjut, dia menekankan vaksin tidak digunakan untuk mengobati pasien yang terinfeksi Covid-19. Vaksin itu bertujuan melindungi masyarakat sehat agar tidak terinfeksi Covid-19. Caranya adalah dengan men-trigger terjadinya antibodi yang ada pada tubuhnya.

"Dan kepastian tentang uji klinisnya mari kita amati bersama-sama semua perkembangan uji klinis yang ada di dunia, termasuk di Indonesia, dan kami yakin apa yang sudah dikembangkan dengan uji klinis fase I dan II dengan hasil yang baik, harapannya pada uji klinis fase III juga bisa memberikan hasil yang baik dan tentunya nanti kita semua bisa mendapatkan hasil dengan baik pula secara transparan," ujar Wiku.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020), Jokowi mengaku telah mendapatkan laporan terkini dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir terkait pengadaan vaksin Covid-19.

"Sampai 2021 kita sudah mendapatkan komitmen 290 juta. Itu sebuah jumlah yang besar sekali. Negara lain mungkn sejuta dua juta. Kita 290 juta baik produksi di sini maupun di luar," kata Jokowi.
"Jadi mengenai pengadaan vaksin saya kira tolong disampaikan lagi, sampai akhir 2020, kita akan dapat 20 juta sampai 30 juta sampai akhir tahun ini. Sampai akhir tahun 2021 290 juta," lanjutnya.

Langkah itu paralel dengan langkah pemerintah yang sedang mengembangkan Vaksin Merah-Putih yang ditargetkan pungkas tahun depan.

"Sehingga nanti kalau Vaksin Merah-Putih ketemu kita bisa produksi lebih banyak. Kalau memang apa yang kita miliki ini berlebih dari yang kita ingin gunakan, nggak apa-apa dijual ke negara lain. Karena negara lain di ASEAN saja belum ada yang siap dengan vaksin," tutup Jokowi. [lwjstc]