-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Terobosan KAMI yang Gelamor dan Rendahnya Peluang Mendapat Dukungan Publik

Terobosan KAMI yang Gelamor dan Rendahnya Peluang Mendapat Dukungan Publik

NUSAWARTA - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) masih terlalu elite karena hanya memunculkan tokoh-tokoh besar nasional.

Meski begitu, Karyono mengatakan gerakan kritik terhadap pemerintah merupakan hal wajar di negara demokrasi.

"Saya melihatnya gerakan ini masih elitis, belum mengakar dan belum membumi, tapi kritik terhadap pemerintah itu wajar dan anggap sebagai partisipasi politik," kata Karyono melalui sambungan telepon, Minggu (16/8).

Menurutnya, meski tak berafiliasi dengan partai politik, gerakan KAMI bisa menarik dukungan dari masyarakat. Namun, peluang itu masih kecil. KAMI harus bisa mengangkat pokok masalah yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini bila ingin meraih simpati publik.

"KAMI akan mendapat dukungan rakyat jika gerakan ini murni untuk memperkuat bangsa dan negara, selaras dengan aspirasi rakyat, tapi sebaliknya jika gerakan ini hanya sebatas gerakan moral tapi keluar dari nilai moral maka dia hanya gerakan elite, tanpa simpati rakyat," ucapnya.

Pengamat Politik LIPI, Indria Samego juga mengatakan pendapat serupa. Menurutnya KAMI bisa mendapat ruang di hati rakyat jika berhasil menawarkan solusi atas masalah yang dihadapi publik saat ini.

Terlebih menurutnya, dengan media sosial KAMI bisa menarik simpati rakyat terhadap perubahan, meski tidak berafiliasi dengan partai politik.

"Kalau [berhasil] mendapat persoalan publik tentu akan banyak yang simpati, apalagi dengan kehadiran media sosial. Bisa viral, dan muncul perubahan, tapi tidak kalah penting, KAMI juga harus memberikan solusi alternatif atas masalah itu," jelasnya.

Gerakan KAMI rencananya akan dideklarasikan pada 18 Agustus mendatang, bertepatan dengan hari lahir Pancasila. Deklarasi ini masih menjadi rangkaian peringatan ke-75 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Menurut Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, ada lebih dari 150 orang yang akan turut hadir dan menjadi anggota koalisi tersebut. Mereka mewakili sejumlah unsur dan elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas agama, cendekiawan, akademisi, profesional, aktivis, buruh, dan angkatan muda.

Sejumlah nama yang disebut akan ikut dalam koalisi itu antara lain, Rahmawati Soekarnoputri, Rizal Ramli, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Sri Edy Swasono, Rahmat Wahhab, Taufik Ismail, MS. Kaban, Rocky Gerung, Said Didu, hingga pakar hukum Refly Harun. [cnn]