-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Tingginya Kedudukan Habib Rizieq di Mata PA 212: Dia Imam Besar Dunia

Tingginya Kedudukan Habib Rizieq di Mata PA 212: Dia Imam Besar Dunia

NUSAWARTA - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Novel Bamukmin berpendapat, Habib Rizieq Shihab bukan hanya imam besar umat Islam di Indonesia, melainkan juga dunia. Lantas, apa yang mendasari pernyataan tersebut?

Menurut Novel, mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Lalu, agama tersebut juga menjadi kepercayaan terbesar di dunia. Sehingga dengan kedudukan saat ini, kata dia, Habib Rizieq layak disebut imam besar umat Islam sedunia.

“Habib Rizieq merupakan imam besar umat Islam, bahkan dunia. Karena negara Indonesia adalah mayoritasnya Islam, dan merupakan terbanyak di dunia. Otomatis IB HRS adalah imam tertinggi dalam Islam di dunia saat ini,” ujar Novel Bamukmin, Senin 17 Agustus 2020.

“Apalagi di Indonesia, dan ini sudah ketentuan Allah yang umat Islam di manapun harus mengakuinya,” tambahnya.

Novel juga menilai, ‘magis’ Habib Rizieq bisa terlihat saat dia memimpin 18 juta umat Islam pada aksi 212 di Jakarta. Jika bukan karena dia, mungkin peristiwa bersejarah itu mustahil terjadi. Itulah mengapa, dunia patut mengakuinya sebagai imam besar.

“Dalam aksi super damai (gerakan 212), tertib dan bersih, seharusnya sudah harus diakui sebagai pencerahan untuk dunia yang menggugurkan teori mana pun, karena kalau sudah jutaan manusia berkumpul sangat sulit dikendalikan. Apalagi ini Islam yang dihina,” tegasnya.

Derajat Habib Rizieq Lebih Tinggi dari Presiden

Novel meyakini, orientasi hidup Habib Rizieq bukan lagi soal dunia. Sehingga, kedudukan dia saat ini sangat tinggi. Bahkan, jauh lebih baik dari seorang pemimpin negara.

“Bagi kami, Imam Besar Habib Rizieq adalah imam besar yang kedudukanya lebih tinggi dari presiden atau apapun. Dunia bukan tujuan dari beliau. Namun fatwa politik beliau selalu ditunggu dan ditaati,” terang Novel.

Namun, jika masyarakat menghendaki Habib Rizieq menjadi presiden, maka bukan mustahil Ketua Umum FPI itu mengisi jabatan tersebut. Malahan, terkait hal itu, pihak 212 turut mendukungnya dan siap mengawal seluruh rangkaian prosesnya.

“Jadi, kalau memang qadarullah rakyat bersama ulama dengan perjuangannya menjadikan beliau presiden, maka kami siap mengawalnya,” kata dia. [jpnn]