-->

Breaking

logo

August 31, 2020

TransJakarta Dipolisikan Terkait Upah Lembur Kerja, Dirutnya Buka Suara

TransJakarta Dipolisikan Terkait Upah Lembur Kerja, Dirutnya Buka Suara

NUSAWARTA - Direktur Utama PT TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo angkat bicara terkait laporan serikat pekerja soal pembayaran upah lembur 13 karyawan. Sardjono mempertanyakan soal bukti jika 13 karyawan tersebut melakukan lembur.

"Kalau saya sih posisinya gini, saya sah-sah aja karena mereka memperjuangkan hak ya. Tapi yang perlu diberitahu adalah mereka sampai detik ini nggak punya data apa betul mereka masuk, lembur pada waktu-waktu itu," kata Sardjono ketika dihubungi wartawan, Senin (31/8/2020).

Sardjono mengatakan, pihak TransJakarta tidak memiliki data terkait kerja lembur para karyawan tersebut. Karena itu, pihaknya menolak membayarkan upah lembur seperti yang diminta oleh para karyawan.

"Kita juga di Transjakarta nggak punya datanya. Jadi kalau tiba-tiba saya diminta harus bayar, jangankan 287 juta, mau 10 perak juga kalau nggak ada datanya kita bisa diketawain orang kan," sambung Sardjono.

Menurut Sardjono, pihaknya juga telah memberikan kesempatan mediasi kepada 13 karyawan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, dia mengatakan pihak TransJakarta telah memberikan solusi terhadap tuntutan mereka, namun usulan tersebut ditolak oleh 13 karyawan tersebut.

Sardjono juga mensinyalir ada tujuan lain dari tuntutan 13 karyawan tersebut selain pemenuhan upah lembur. Meskipun begitu, dia mengaku siap untuk memenuhi panggilan kepolisian jika dirinya diminta datang untuk diperiksa.

"Jadi saya juga nggak ngerti ya apa mereka tujuannya. Saya pikir nggak lah kalau tujuannya hanya lembur saja. Saya pikir mereka ada agenda-agenda yang lain untuk di TransJakarta. Jadi dalam hal ini kita nggak respon apa-apa biarin aja biar Polda Metro yang proses. Nanti juga kelihatan apakah ini layak diteruskan atau nggak," paparnya.

Lebih lanjut Sardjono juga mengatakan pihaknya siap bertanggungjawab jika TransJakarta terbukti melakukan kesalahan dalam sistem pembayaran upah lembur kepada 13 karyawan tersebut.

"Jadi gini kita datang, kita kasih data sama faktanya aja. Ada yang menjamin aja, polisi atau DPRD atau siapa yang menjamin bertanggungjawab kalau pembayaran ini adalah kesalahan, tanda tangan di atas materai saya bayar. Jadi kesannya jangan kayak kita jahat, kita nggak mau bayar," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Transakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo dilaporkan oleh serikat pekerja ke Polda Metro Jaya. Sardjono Jhony Tjitrokusumo dilaporkan soal upah lembur 13 karyawan Transjakarta yang tak dibayarkan sejak 2015.

"Kami dari kuasa hukum Serikat Pekerja TransJakarta melaporkan Direktur Utama PT TransJakarta yakni Bapak Sardjono Jhony Tjitrokusumo, karena tidak membayarkan upah lembur 13 karyawan pekerja TransJakarta yang bekerja pada hari libur nasional sejak tahun 2015 sampai 2019," kata kuasa hukum Serikat Pekerja TransJakarta, Azaz Tigor Nainggolan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Tigor mengatakan seharusnya PT TransJakarta membayar total upah lembur sebesar Rp 287 juta kepada 13 karyawan tersebut. Namun, hingga saat ini hak dari 13 karyawannya tersebut tidak kunjung dipenuhi.

Laporan 13 karyawan TransJakarta tersebut kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/5186/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 31 Agustus 2020. Kini laporan tersebut akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. [dtk]