-->

Breaking

logo

August 25, 2020

DPR Minta Jokowi Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi yang Disalurkan Khusus Petani, Kalau Tidak..

DPR Minta Jokowi Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi yang Disalurkan Khusus Petani, Kalau Tidak..


NUSAWARTA - Anggota Komisi VI DPR meminta Pemerintah untuk memberantas pelaku mafia pupuk bersubsidi yang disalurkan kepada para petani.

Pasalnya, hal tersebut dapat merugikan para petani dan ketahanan pangan yang digaungkan Presiden Jokowi dinilai akan sulit terealisasi karena alokasi pupuk bersubsidi berkurang.

Demikian disampaikan oleh Nasim Khan dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Maka dari itu, kata Nasim, Pemerintah harus bersinergi dengan baik bersama TNI – POLRI dan Kejaksaan untuk memperketat pengawasan dan penyaluran pupuk bersubsidi ke setiap daerah.

Selain itu, Politisi Frkasi PKB ini juga menyinggung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam menanggulangi dampak kebelanjutan corona virus disease 2019 (Covid-19) terhadap perekonomian dalam negeri, khususnya bantuan bagi kalangan petani.

“Kita apresiasi bantuan yang diberikan pak Jokowi kepada para petani melalui program jaring pengaman sosial dan akses permodalan kerja serta bantuan non fiskal, seperti bibit, pupuk kepada petani,” katanya.

Namun, lanjut Anak buah Cak Imin ini, akan sangat bagus, apabila kebijakan program PEN, khususnya alokasi pupuk berubsidi juga ditambah.

Ia menambahkan, disaat pemerintah memberi bantuan dan relaksasi kepada UMKM dan korporasi, seharusnya kemudahan-kemudahan juga diberikan kepada para petani.

Sekarang masyarakat di desa-desa, sambungnya, bukan hanya merasa sangat kekurangan. Tetapi pupuk bersubsidi juga sudah langka di pasaran.

“Solusinya jumlah pupuk bersubsidi perlu di tambah karena menurut penjelasan dari dirut Pupuk indonesia bahwa alokasi jumlah dan anggaran pupuk bersubsidi di pangkas lebih dari 50 persen,” lanjutnya.

“Itu yang saya bingung. Konsentrasinya hanya di UMKM, sementara masyarakat kita mayoritas kan mata pencaharian mereka masih petani. Saya berharap ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah,” pungkasnya. [pjst]