-->

Breaking

logo

August 15, 2020

YLBHI Minta Rekannya Dibebaskan, Polri: Yang Ditahan Bukan Massa Demo

YLBHI Minta Rekannya Dibebaskan, Polri: Yang Ditahan Bukan Massa Demo

NUSAWARTA - Kelompok orang yang mengikuti aksi demo menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dikabarkan ditahan oleh Polda Metro Jaya. 

Hal tersebut diungkapkan melalui akun Twitter Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia @YLBHI.

"Koordinasi dengan Kapolres Jakarta Pusat untuk pembebasan sejumlah rekan-rekan yang ditangkap. Informasi terakhir sekitar 100an orang ditahan di Polda Metro Jaya," tulis YLBHI, Jumat, 14 Agustus 2020.

Pihak kepolisian melalui Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengakui bahwa pihaknya memang benar melakukan penangkapan dalam hari kegiatan demo tersebut. 

Tapi menurut Yusri penangkapan tersebut bukanlah bagian dari kelompok yang melakuka aksi demo tersebut.

"Jadi kami melakukan razia di semua titik yang akan masuk ke daerah demo tersebut. Yang kita amankan semuanya sekitar hampir seratusan lebih," ujar Yusri.

Yusri juga mengaku bahwa orang-orang yang ditangkap telah dipulangkan. 

Saat ini, kata dia, hanya ada delapan orang yang masih ditahan di Polda Metro Jaya. 

Yusri mengatakan orang yang ditahan diduga terjerat pidana.

"Misalnya, ada yang bawa bom molotov dan ketapel. Tapi mereka mereka ini bukan yang mau melakukan demo. Memang mau rusuh," kata Yusri. "Bahkan ada bendera-bendera Anarko dibawa. Ada yang bawa batu, botol, ketapel," kata dia melanjutkan. [lwjstc]