-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Ada Negeri Aneh di Seberang Pluto, Tengku Zul: Kenapa dengan Khilafah?

Ada Negeri Aneh di Seberang Pluto, Tengku Zul: Kenapa dengan Khilafah?

NUSAWARTA - Permasalahan negara mulai dari covid-19, perekonomian menurut Tengku Zulkarnain tak layak menyalahkan khilafah dan radikal. Bahkan hal tersebut dinilai tengku Zulkarnain tak mendasar, dimana permasalahan yang selalu disangkutkan dengan masalah khilafah dan radikal.

“Ada negeri aneh di seberang Pluto. Ekonomi nyungsep salahkan khilafah dan radikal. Covid tidak tertangani, salahkan khilafah dan radikal. Rakyat melarat, cekoki dengan isu khilafah dan radikal. Korupsi merebak, bahas khilafah dan radikal. Apa saja masalah bahas khilafah dan radikal,” tulis Tengku Zulkarnain melalui akun twitter pribadinya.

Dengan kalimat satire tersebut kritikan keras yang dilontarkan Tengku Zulkarnain menilai bahwa ada sebuah negeri di seberang Pluto yang memiliki permasalahan namun selalu yang disalahkan yakni Khilafah dan Radikal mulai dari permasalahan sosial, ekonomi, hukum dan kesehatan.

Kritikaan keras tersebut diungkap Tengku Zulkarnain merupakan ungkapan atas ketidaksetujuannya terhadap program ulama dan penceramah bersertifikat yang dilakukan Kementerian Agama. Terlebih Tengku Zulkarnain kecewa ketika Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyebut tujuan yang menyinggung.

Dimana penjelasan penceramah bersertifikasi tujuannya sebagai semangat untuk mencegah terorisme. Secara langsung Tengku Zulkarnain langsung menantang dengan meminta menunjukkan bukti adanya ceramah ustaz atau ulama yang memunculkan radikalisme dan terorisme.

Tengku juga meminta agar Dirjen Bimas Islam agar tidak asal menuduh dan memberikan pernyataan yang dapat memancing masalah yang tak bisa dipertanggung jawabkan buktinya. Karena tak ada ceramah selama ini yang melahirkan radikalisme dan terorisme.

“Coba sebutkan ceramah ustaz atau ulama mana dan di mana yang telah dilakukan di mesjid, kemudian melahirkan radikalisme dan terorisme…? Coba berikan datanya dulu. Jangan pandai pandaian menuduh,” ungkap Tengku.

Ulama menjadi bulanan masalah

Permasalahan yang sering terjadi menjadi ujung dari kesalahan yang dilimpahkan kepada ulama, kondisi itulah yang membuat Tengku Zul  mempertanyakan ulama yang selalu disudutkan dari permasalahan yang muncul.

“Yang maling trilunan dari Taipan, yang disertifikasi ulama. Yang korupsi banyak dari kalangan pejabat, yang disertifikasi ulama. BBM tidak diturunkan, yang disertifikasi ulama. Covid merebak dan gagal dikendalikan kenaikannya, yang disertifikasi ulama. Apa terjadi, solusinya sertifikasi ulama?”

Sayangnya jurus kedua dilakukan Dirjen Bimas Islam yang menjelaskan setelah ramainya kritikan penceramah bersertifikasi yang menyebutkan perbedaan sertifikasi yang akan dijalankan tidak seperti sertifikasi profesi.

Namun apapun itu, tentu pernyataan Dirjen Bimas Islam yang telah menyebut sertifikasi penceraham sebagai semangat mencegah terorisme menjadi hal dasar yang membuat kritikan tajam kembali dilempar Tengku Zul.