-->

Breaking

logo

September 7, 2020

Amien Rais: Pak Presiden, Tolong Itu Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Segera Dibersihkan dari Istana

Amien Rais: Pak Presiden, Tolong Itu Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Segera Dibersihkan dari Istana

NUSAWARTA - Mantan Ketua MPR RI M. Amien Rais, memang kerap kali mengomentari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kali ini, Amien Rais meminta Presiden Republik Indonesia itu untuk membersihkan Istana dari elemen-elemen yang dinilai merusak kehidupan bangsa Indonesia.

Permintaan Amien Rais itu disampaikannya melalui sebuah unggahan di kanal YouTube miliknya pada 4 September 2020 lalu.

"Tidak pernah terlintas dalam kehidupan para pendiri bangsa itu untuk memperkaya diri apalagi sampai menuhankan uang dan dunia. Masih ada waktu empat tahun," ujar Amien Rais.

"Pak Jokowi, bersihkan Istana dari elemen-elemen yang merusak kehidupan bangsa Indonesia," tambahnya.

Amien Rais menyebutkan, tantangan berat bagi Jokowi adalah keberanian mewarisi tradisi perjuangan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo dan para pendahulu terdahulu.

Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com pada artikel sindikasi WartaEkonomi.co.id dari SindoNews, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan, jika Jokowi bingung karena masukan dan nasihat yang simpang siur dari oknum-oknum yang punya vested interest yang berbahaya, tanyalah pada hati nurani.

"Bisikan nurani Pak Jokowi, selalu berupa cahaya yang dapat membedakan mana benar mana salah, mana haq mana batil, mana adil mana zalim. Saya sebagai salah satu dari 270 juta anak bangsa hanya dapat mengingatkan, tidak lain," ujarnya.

Sebelumnya, Amien juga mengatakan Jokowi masih punya kartu kuat untuk melakukan terobosan politik yang radikal demi masa depan Indonesia yang kini cukup suram.
"Rumusnya sederhana. Bangsa Indonesia jangan dibelah, tetapi satu padukan. Jangan Anda teruskan proses pembelahan bangsa yang sangat berbahaya," ujarnya.

Amien Rais juga meminta Jokowi untuk hentikan politik yang selama ini membuat dua kelompok besar yakni Islam dan nasionalis-sekularis menjadi saling mengeluarkan, saling berhadapan yaitu mutually exclusive.

"Sebaliknya, sebagai presiden kalau masih ingin maju terus sampai selesai dengan husnulkhatimah sampai 2024, mulai upayakan proses saling mendekatkan di antara dua kubu sehingga dapat menuju persatuan yang bersifat saling merangkul secara ikhlas demi kelangsungan Bangsa dan negara Indonesia. Dus, mutually inclusive," tambahnya.

Amien pun mengingatkan, seruan 'Allahu Akbar' yang dikumandangkan umat Islam setiap kali umat Islam mengadakan rapat akbar atau pertemuan-pertemuan massa jangan dicurigai dengan berbagai kecurigaan yang aneh-aneh.

Menurut Amien Rais, bangsa Indonesia dari Merauke sampai Sabang, dari Pacitan sampai Kalimantan setiap hari mendengarkan seruan 'Allahu Akbar', puluhan kali, dari azan dan ikamah yang dikumandangkan dari seluruh masjid dan musala.

Allahu Akbar itu berintikan hanya Allah yang Maha Besar dan berisikan ajaran kemerdekaan dan kebebasan.

"Karena itulah, ketika saya berada di tengah-tengah massa umat Islam, di tengah para kiai, habaib, dan ustaz, saya selalu mengingatkan 'jangan sampai lupa setelah menyerukan takbir langsung diikuti dengan pekik kemerdekaan'," jelas pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini. [pkry]