-->

Breaking

logo

September 10, 2020

Anggap Jokowi Inkonsisten Hadapi Persoalan Covid-19, Rocky Gerung: Seluruh Kehidupan Kita Jadi Kacau

Anggap Jokowi Inkonsisten Hadapi Persoalan Covid-19, Rocky Gerung: Seluruh Kehidupan Kita Jadi Kacau

NUSAWARTA - Pengamat politik Rocky Gerung, kembali mengkritik perjalanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Rocky Gerung mengkritisi inkonsistensi kebijakan Presiden Joko Widodo dalam penanganan Covid-19 menggiring opini dunia terhadap negara.

Inkonsisten Jokowi terlihat dalam kebijakan yang dikeluarkan terkait fokus utama pemerintah yang baru-baru ini mengatakan akan mengutamakan kesehatan, agar ekonomi kemudian dapat tetap berjalan.

Berbanding sebaliknya dengan apa yang disampaikannya pada 2 bulan lalu, Presiden Jokowi mengatakan 'jangan samapi Covid-19 telantarkan ekonomi'.

Dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, yang diunggan 10 September 2020, pengamat politik ini mengungkapkan jika yang serius meperhatikan soal Covid-19, justru kepala-kepala negara asing.

"Bukan kepala negara kita jadi presiden kita sebetulnya tidak paham tentang inti dari Covid ini, bahkan dia masih berputar-putar untuk memperlihatkan seolah-seolah dia memimpin," ujar Rocky Gerung, dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Dimatanya Jokowi tidaklah memimpin tapi hanya menunggangi isu yang sedang banyak diperbincangkan oleh publik.

Hal tersebut terjadi lantaran tak adanya ide kemana langkah yang harus dilakukan.

"Kenapa dia gak punya ide, dari awal memang kapasitasnya terbatas," tuturnya.

Namun dari keterbatasan yang dimiliki oleh Jokowi seharusnya ia bisa menunjuk 2 atau 3 orang yang dipercaya untuk membantunya.

"Supaya 2, 3 orang ini yang memfilter informasi yang masuk ke dia, tapi karena dia gak punya kemampuan itu dan sebaliknya dia ingin terus menunggangi isu, sehingga terus dianggap sedang memimpin," katanya.

Dari awal munculnya Covid-19, Rocky gerung mengungkapkan jika sudah ada nada politik yang sangat tinggi dalam urusan pandemi.

"Keadaan ini membuat seluruh kehidupan kita berantakan karena presiden gak tau apa yang mau dikerjakan," ungkapnya.

Rocky Gerung mengatakan pada hari sebelumnya kita mendengar jika Presiden Jokowi akan fokus pada kesehatan supaya ekonomi tumbuh.

Namun, baru saja ia membaca berita jika Menteri Dalam Negeri memutuskan Pilkada Daerah tetap dijalankan.

"Dua jam lalu saya baca berita bahwa menurut menteri dalam negeri pilkada itu harus dilakukan untuk mengaktifkan ekonomi jadi tidak terlihat ada konsistensi lagi tuh, berarti tidak ada yang peduli dengan keterangan presiden," ungkapnya.

Sangat disayangkan jika kini presiden tak memiliki 'stand point' dan dianggap sebagai pemimpin.

"Begitu presiden ngomong menteri gak ada yang peduli tuh, yang lebih penting adalah ekonomi," tuturnya.

Sehingga menjadi orkestrasi yang berantakan tapi kita dipaksa untuk menonton.

Menurut Rocky Gerung keputusan kebilajan baru Presiden yang fokus terhadap kesehatan, hanya akan ditertawakan oleh para menteri.

"Karena inikan membongkar, undang-undang harus diubah, gak ada yang mampu menangkap hal itu, ucapan presiden harus terbukti dalam departemen teknis tapi ini tidak ada," ungkapnya. [pkry]