-->

Breaking

logo

September 2, 2020

Arogan! Demi Bangun Gedung Sekolah, Akses Warga Terpaksa Ditutup

Arogan! Demi Bangun Gedung Sekolah, Akses Warga Terpaksa Ditutup

NUSAWARTA - Pembangunan gedung Sekolah milik yayasan swasta Pergunas di Jalan Cempaka Baru Timur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat menuai protes dari warga setempat.

Pasalnya pembangunan itu malah menutup akses jalan keluar masuk warga di sana. Ada 6 Kepala Keluarga yang terimbas dari pembangunan yang terkesan arogan itu.

Wiwiek salah satu warga setempat yang paling merasakan pembangunan itu, selain banguan Sekolah yang menutup akses keluar masuk proyek itu juga membuat pagar rumahnya terpaksa dibongkar karena mepet ke tembok.Tak hanya itu, saluran air rumah Wiwiek juga ikut dibongkar.

"Pagar rumah jadinya saya bongkar karena mereka sudah bangun dinding besar ini,"kata Wiwiek saat ditemui ditemui di kediamannya Rabu (2/9/2020).

Proyek  pembangunan gedung itu sebetulnya sudah berjalan sejak 2018 lalu. Namun dalam perjalanannya proyek setempat terhenti. Kata Wiwik karena disegel.


Namun tiba-tiba pembangunannya kembali dilanjutkan sejaka sepekan lalu dengan membangun tembok besar yang menghalangi akses keluar masuk rumah warga.

"Awalnya sudah dari dua tahun yang lalu bangunan itu pernah disegel,"tegasnya.

Wiwiek jelas tidak setuju dengan perlakuan semena-mena itu. Apalagi pengerjaan proyek yang berisik sangat mengganggu dua balita yang berada di rumah itu.

Diakui Wiwiek proyek itu memang mengantongi  Izin mendirikan bangunan (IMB) tetapi warga yang menandatangani persetujuan IMB malah tinggal jauh dari lokasi proyek. Sedangkan enam Kepala Keluarga yang merasakan langsung dampak proyek itu justru diacuhkan.

"Mereka cuma bilang ke saya izin mau membangun tembok besar itu. Tapi saya dan keluarga sangat tidak setuju. Rumah-rumah yang tanda tangan surat permohonan IMB itu malah jauh dari lokasi pembangunan," tegasnya.


Dihubungi terpisah, Lurah Cempaka Baru, Cheriadi, tidak menampik adanya proyek itu, saat ini kata dia pihaknya sedang berusaha menengahi kedua belah pihak untuk berdamai. Sebab proyek itu kata dia sudah mengantongi izin dari Suku Dinas PTSP di Pemerintah Kota Jakarta Pusat

"Pihak ibu Wiwiek mau minta kaji ulang terkait pembangunan itu. Memang benar, infonya telah dapat izin pembangunan dari PTSP di Pemerintah Kota Jakarta Pusat,”ungkapnya. [akrt]