-->

Breaking

logo

September 2, 2020

Asik! Pemerintah Akan Bagikan Bansos Rp500 Ribu Per KK, Simak Detailnya!

Asik! Pemerintah Akan Bagikan Bansos Rp500 Ribu Per KK, Simak Detailnya!

NUSAWARTA - Pemerintah janjikan bantuan sosial tunai (BST) Rp 500 ribu per kepala keluarga di Indonesia. Kabar tersebut menjadi angin segar bagi seluruh keluarga di Tanah Air yang diharapkan mampu menambah daya beli.

Sebelumnya Pemerintah sudah memberikan bantuan subsidi upah atau BSU senilai Rp600 ribu, dan kini kembali akan mengucurkan dana Rp500 ribu per kepala keluarga.

Menteri Sosial, Juliari P Batubara mengatakan yang berhak atas BST Rp 500 ribu ini adalah keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BST ini ternyata masih satu kesatuan dengan data keluarga yang menerima bantuan non-tunai beberapa bulan lalu.

"Bantuan ini diharapkan mampu membantu masyarakat atau keluarga yang terdampak Covid-19 secara material," ujarnya, dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (2/9/2020).

Juru Bicara Kemensos Adhy Karyono mengungkapkan, bantuan Rp 500 ribu tersebut merupakan tambahan satu kali transfer untuk keluarga penerima kartu BNPT.

"Yang BST Rp 500 ribu adalah tambahan satu kali transfer untuk keluarga penerima manfaat bansos BPNT yang bukan sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)," jelas Adhy.

Adhy menyampaikan, keluarga penerima BNPT sebelumnya mendapatkan bansos senilai Rp 200 ribu dalam bentuk sembako yang dapat diambil di e-warung. Kemudian, dalam rangka Covid-19, penerima BNPT mendapatkan bansos BST yang tunai sebesar Rp 500 ribu.

"Kelompok ini biasanya hanya dapat per bulan Rp 200 ribu dan tidak dicairkan dalam bentuk tunai, tapi diambil dalam bentuk sembako di e-warung," kata Adhy.

Sedangkan, penerima bansos PKH yang juga penerima BPNT akan menerima beras sebanyak 15 kg yang akan diberikan selama 3 bulan ke depan yang akan berlaku mulai September 2020.

Adhy mengatakan, bansos BST ini memiliki syarat bagi penerima yakni keluarga tersebut telah terdaftar sebagai penerima kartu sembako baik peserta lama maupun masyarakat yang terdampak Covid-19.

Selain itu, ada juga syarat utama bansos Dinas Kemensos (Dinkemensos), seperti PKH.

"Syarat utama penerima bansos Dinkemensos seperti PKH yakni kartu sembako pasti terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kecuali BST khusus penanganan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid," kata dia.

Menurutnya, jika suatu keluarga belum terdaftar dalam DTKS, sementara saat pandemi Covid-19 muncul keluarga miskin baru yang terus bertambah karena dampak PHK dan masyarakat yang belum punya NIK, maka Pemda bisa mengusulkan keluarga tersebut untuk mendaftar kartu sembako.

Untuk mengecek apakah Anda terdaftar dalam kartu sembako dapat melalui tautan https://cekbansos.siks.kemsos.go.id. Dalam aplikasi itu, Anda diminta memilih ID, dan mengisikan nomor ID atau NIK, serta nama ART.

Jika ingin mengecek keterdaftaran kartu sembako secara langsung dapat mengunjungi Dinsos Kabupaten/Kota mengenai ketersediaan data.

Sementara itu, terkait mekanisme pencairan, Adhy menjelaskan, proses administrasi dari penetapan bank pada 16 Agustus 2020.

Kemudian, Kemensos menansfrer ke bank penyalur pada 23 Agustus 2020 dan masyarakat penerima bansos menerima bantuan BST pada 27 Agustus 2020.

Namun, saat ini belum semua masyarakat mendapatkan bantuan BST karena penyaluran bansos BST diharapkan rampung pada pekan depan.

"Diharapkan minggu besok sudah selesai semua," imbuh dia.

Sementara, BST reguler dan kartu sembako akan terus disalurkan tiap bulannya hingga Desember 2020. [lco]