-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Astaga! Puluhan Orang Tewas Saat Coba Lindungi Hewan Ternak dari Kelompok Militan di Somalia

Astaga! Puluhan Orang Tewas Saat Coba Lindungi Hewan Ternak dari Kelompok Militan di Somalia

NUSAWARTA - Puluhan orang tewas akibat bentrokan yang terjadi antara penduduk desa dan pejuang al Shabab di Somalia Tengah.

Pejabat setempat mengungkapkan jika para penduduk desa terpaksa mengangkat senjata untuk melindungi ternak mereka dari kelompok bersenjata.

Sedikitnya 30 orang telah tewas dalam bentrokan yang terjadi diantara dua kelompok tersebut.

"Kami mendapat laporan bahwa hampir 30 orang, termasuk 16 militan, (telah) tewas di desa Shabeelow, di mana warga sipil mengangkat senjata (untuk) memerangi teroris," Osman Isse Nur, juru bicara pihak berwenang di wilayah Galmudug, Somalia, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Al-Jazeera.

Pihak berwenang mengatakan korban jiwa terdiri dari kelompok milita dan warga lokal.

"Penduduk desa bersenjata memilih untuk melawan militan untuk mempertahankan hewan ternak mereka dari teroris," tambah Osman.

Sekitar 5 jam bentrokan terjadi pada Jumat 4 September 2020 kemarin, menewaskan 14 penduduk desa dan 16 orang militan.

Tak sedikit pula korban yang akhirnya dirawat di rumah sakit di Kota Galkayo.

Seorang tetua setempat, Abdi Siyaad mengatakan penduduk desa terlibat dalam pembelaan diri terhadap 'kebrutalan' dan intimidasi dari kelompok Al-Shabab.

Al-Shabab sendiri merupakan kelompok bersenjata yang tergabung dalam al-Qaeda yang scera de facto memilik kendali atas sebagian besar wilayah Selatan dan tengah di Somalia.

Ia mengungkapkan jika kelompok militan itu telah memaksa penduduk setempat yang tinggal di Shabeelow di Mudug, Somalia Tengah untuk menyerahkan senjata serta hewan ternak.

Merasa lelah dengan tekanan yang selalu diberikan oleh kelompok militan tersebut, penduduk setempat memilih untuk mengangkat senjata mereka.

"Mereka telah menekan penduduk setempat yang tinggal di Shabeelow di Mudug untuk memaksa mereka (untuk) menyerahkan senjata dan hewan ternak mereka untuk apa yang disebut perang suci melawan penyerbu kafir sejak bertahun-tahun," ujar Abdi Siyaad.

"Penduduk setempat bosan dengan tekanan kelompok dalam konteks itu. dari apa yang disebut perang suci," tambahnya.

Bahkan ia meminta kepada pemerintah Somalia untuk menyediakan senjata bagi warga agar bisa mempertahankan diri.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2020 lalu, kelompok al-Shabab melakukan serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 14 orang tentara.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak di gerbang pangkalan militer di ibu kota Somalia

Selama lebih dari 10 tahun, al-Shabab telah berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia yang diakui secara internasional.

Kelompok bersenjata itu dulunya menguasai sebagian besar wilayah negara itu tetapi, sejak 2011, para pejuangnya telah diusir dari sebagian besar kota besar dan kota besar, termasuk Mogadishu, oleh tentara Somalia yang didukung oleh pasukan Uni Afrika.

Namun, mereka terus melakukan pemboman bunuh diri yang mematikan dan pembunuhan di ibu kota dan sekitarnya. [pkry]