-->

Breaking

logo

September 10, 2020

Bantahan PDIP Soal Adanya Manuver Politik pada Logo Sila ke-4 Pancasila

Bantahan PDIP Soal Adanya Manuver Politik pada Logo Sila ke-4 Pancasila

NUSAWARTA - Ketua Fraksi PDI-Perjuangan (PDIP) di DPRD Surabaya Baktiono menampik partainya terlibat dalam insiden perubahan simbol sila keempat Pancasila pada tayangan pembelajaran GURUku.

Program yang merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan SBO TV itu sebelumnya menampilkan kepala banteng PDIP sebagai pengganti logo sila keempat.

"Yah enggak mungkin toh [PDIP terlibat]? Lah untuk apa mengubah-ubah itu? Ini kan aneh. Pancasila itu sudah baku, sudah paten. Pancasila itu seperti itu sebagai lambang negara," kata Baktiono saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (10/9).

Baktiono juga membantah bahwa ada faktor kesengajaan dalam peristiwa itu. Ia menegaskan bahwa PDIP tak akan melakukan manuver politik yang mempermainkan Pancasila semacam itu.

"Tidak ada kita bermanuver politik terus kita bermain-maim terhadap pancasila. Kalau ngomong sebagai landasan hidup bangsa, itu sebagai dasar negara itu ya mulai dahulu, kita ngomong seperti itu," ujarnya.

Apalagi Pancasila, kata dia, Pancasila merupakan usulan dan pemikiran langsung tokoh penting yang selama ini menjadi patron PDIP, yakni Presiden pertama RI Sukarno atau Bung Karno.

"Tidak mungkin toh? PDIP ini kan cinta Pancasila. Bahkan Pancasila ini juga usulan dari Bung Karno, waktu ada acara BPUPKI," katanya.

PDIP kata dia juga merupakan partai yang konsisten menganut ideologi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan dasar negara. Maka tak mungkin PDIP mempermainkannya.

"Masyarakat sudah mengerti, partai mana yang sampai saat ini tetap konsisten dengan UUD dan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa sebagai dasar negara, sebagai filosifi, sebagai sumber hukum yang ada, ya PDIP," ucapnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PKB Mahfudz mengecam keras munculnya lambang PDI Perjuangan dalam program pembelajaran daring sekolah dasar GURUku. Program tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan SBO TV.

Mahfudz mengatakan bahwa penggantian simbil sila keempat dengan lambang PDIP, merupakan bentuk penyesatan di dunia pendidikan.

Ia pun mendesak agar pihak yang berwenang segera menyelidiki peristiwa tersebut. Ia menduga hal itu sengaja dilakukan dan bukan sebuah kesalahan teknis belaka.

"Human error kok seperti itu, kalau Pak Supomo (Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya) gak sanggup mending mundur saja dari kepala dinasnya. Ya kita buktikan saja nanti, human error atau by design," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah cuplikan video seorang diduga guru tengah menjelaskan makna sila ke-4 Pancasila viral di media sosial. Dalam video itu menampilkan lambang sila keempat tak bergambar banteng kurus berwarna hitam putih. Yang tampil justru lambang PDI-Perjuangan berupa banteng gemuk bermoncong putih.

Dinas Pendidikan Kota Surabaya pun menyampaikan permintaan maaf terkait tayangan video tersebut. [cnn]