-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Belasan PK Golkar Telah Siapkan Pengacara untuk Gugat Hasil Musda-X ke Mahkamah Partai, Ada Apa?

Belasan PK Golkar Telah Siapkan Pengacara untuk Gugat Hasil Musda-X ke Mahkamah Partai, Ada Apa?

NUSAWARTA - Setelah sebelumnya sempat melayangkan surat keberatan atas hasil Musda-X, ke Sektertariat DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, belasan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar di Sumedang, juga berencana akan mendatangi Mahkamah Partai Golkar di Jakarta.

Tujuan mereka ke Jakarta juga, tiada lain untuk menggugat hasil Musda-X DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, yang telah dilaksanakan di Sekretariat DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu.

Karena menurut mereka (perwakilan Ketua PK Golkar di Sumedang), pelaksanaan Musda-X kemarin sangat syarat kecurangan, dan tidak sesuai dengan harapan para Ketua PK selaku pemilik suara, yang mayoritas mendukung Yogi Yaman Sentosa.

"Rencananya, saya bersama belasan Ketua PK yang lain besok akan berangkat ke Jakarta, untuk menemui Mahkahmah Partai," kata Ketua Forum PK Partai Golkar Kab. Sumedang Hasan Supriadi, Minggu, 6 September 2020.

Untuk teknis penyampaian gugatannya, kata Hasan, belasan Ketua PK Golkar ini, telah sepakat akan menguasakan kepada dua orang pengacara.

Dengan demikian, maka yang bakal menyampaikan gugatan kepada Mahkamah Partai tersebut, adalah pihak kuasa hukum atas kuasa dari para Ketua PK dan perwakilan sejumlah Ormas Partai Golkar di Sumedang.

Adapun poin gugatan yang akan disampaikan ke Mahkamah Partai nanti, salah satunya terkait hasil Musda ke-X, yang menurut pandangan mereka pimpinan sidang telah secara sepihak menunjuk Sidik Jafar sebagai Calon Ketua Terpilih DPD Partai Golkar Kab. Sumedang Periode 2020-2025. 

Tanpa mempertimbangkan aspirasi peserta sidang, dalam hal ini mayoritas Ketua PK selaku pemilik suara yang sah.

Padahal berdasarkan pakta persidangan, jumlah dukungan terhadap Yogi Yaman Sentosa itu, justru lebih banyak ketibang dukungan terhadap Sidik Jafar.

"Intinya kami akan menyampaikan gugatan atas hasil Musda ke-X kemarin. Karena menurut kami selaku pemilik suara, pelaksanaan Musda kemarin itu sangat tidak memenuhi syarat," ujar Hasan.

Karena, kalaupun pemilihan Ketua DPD Golkar Sumedang itu mau dilakukan secara aklamasi, harusnya yang ditetapkan sebagai ketua itu adalah Yogi Yaman Sentosa.

Soalnya, diantara bakal calon yang mengikuti bursa ketua DPD Golkar Sumedang pada Musda ke-X kemarin, hanya Yogi Yaman Sentosa yang mendapat dukungan penuh dari 12 PK.

"Sementara dukungan-dukungan terhadap calon lainnya, rata-rata double dukungan atau tidak memenuhi 30 persen dari yang disyaratkan oleh panitia," ujar Hasan. [pkry]