-->

Breaking

logo

September 2, 2020

Berikut Kesaksian Korban Soal Detik-detik Penyerangan Polsek Ciracas

Berikut Kesaksian Korban Soal Detik-detik Penyerangan Polsek Ciracas

NUSAWARTA - Polsek Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), dirusak sejumlah oknum TNI. Salah satu korban menceritakan detik-detik saat dirinya dibacok.

"Luka jahitan. (Kepala saya) dijahit 8 jahitan. (Saat kejadian) saya lihatnya (pelaku bacok saya) pakai parang itu. Pakai parang (pelaku) bawa parang," kata salah satu korban, Wahyu, di Koramil 05/Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Mulanya korban bersama rekan kerjanya sedang mengawasi pengisian bensin busway di SPBU sekitar Taman Mini, Sabtu (29/8), berkisar pukul 02.20 WIB. Wahyu, yang bekerja sebagai pegawai Perum PPD, mengungkapkan ia melihat ada massa yang datang sambil memblokade jalan.

"Kita (kerja lagi) banyak orang, kita sama-sama jaga semua. Kita kan dari busway, kita lagi ngawasin busway kita. Wah itu lebih dari 100 orang (yang datang). Iya datang tiba-tiba aja. Nggak ada langsung nyerbu aja (ke arah saya), secara membabi buta gitu," lanjutnya.

Setelah membacok dirinya, Wahyu mengatakan, massa mengarah ke Pintu 1 Taman Mini. Kemudian, ia berobat untuk menjalani perawatan.

Korban lainnya, Aisyatul Ridho, menambahkan motornya turut dirusak dan dibakar oleh sejumlah massa di Polsek Ciracas. Kerusakan motornya, kata Aisyatul, sekitar 85 persen.

Dia tidak mengetahui apakah motornya bisa dipakai kembali atau tidak setelah dibawa ke bengkel.

"Motor saya kebetulan sedang diparkir di sana, kebetulan. Karena saya ada perlu saya tinggal dulu motor saya di sana. Saya lalu pergi naik busway. Saat saya tinggal pergi terus ada berita (perusakan Polsek Ciracas) seperti itu. Sekitar Rp 15 juta (uang ganti rugi yang saya dapat)," kata Aisyatul.

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan ada 76 warga sipil yang menjadi korban atas peristiwa perusakan Polsek Ciracas. Dudung memastikan TNI akan mengganti kerugian masyarakat.

"Ini yang harus kita segera perbaiki, begitu juga dengan kondisi fisik masyarakat yang tidak mengerti apa-apa, tapi juga kena pukul dan sebagainya. Mereka (korban) ada yang langsung dibawa berobat oleh anggota, ada yang juga langsung sendiri berobat. Nanti (biaya) kita ganti habis berobat berapa dan akan kita beri santunan dari kerugian itu juga," terang Dudung.

Dudung pun meminta maaf atas kerusakan yang diakibatkan oknum TNI. Dia mengatakan masyarakat yang menjadi korban dari perusakan Polsek Ciracas bisa datang ke posko pengaduan masyarakat di Koramil 05/Kramat Jati untuk melapor.

"Kami akan setiap saat membantu dan silahkan bagi korban yang belum terdeteksi, silahkan lapor ke sini, lapor ke koramil. Kami buka sampai tiga hari ke depan," tandas dia.

Seperti diketahui, kabar bohong dari Prada Ilham merupakan sumber dari peristiwa penyerangan markas Polsek Ciracas. Masalah ini berawal pada Kamis (27/8). Prada Ilham, yang merupakan anggota Satuan Direktorat Hukum TNI Angkatan Darat (AD), mengendarai sepeda motor dan melaju di kawasan Ciracas.

Di tikungan Jl Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pertigaan lampu merah Arundina, Prada Muhammad Ilham hendak menyalip kendaraan di depannya, tapi gagal. Karena kurang berkonsentrasi, Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal alias terjatuh sendiri dari sepeda motor di tikungan.

Dia terluka dan berkabar kepada teman-teman tentaranya. Anehnya, Prada Ilham tidak mengabarkan peristiwa malam itu sebagai kecelakaan tunggal. Prada Ilham memilih mengarang cerita: dirinya dikeroyok. Hoax dikabarkan Prada Ilham ke teman-teman angkatan 2017.

Tak hanya menyebarkan kabar hoax, Prada Ilham juga membumbui info beracun itu dengan kalimat karangan yang mencoreng citra TNI.

Pihak TNI mengecek kepada para saksi untuk membuktikan apa benar Prada Ilham dikeroyok orang pada Kamis (27/8) malam. Sembilan saksi warga sipil dimintai keterangan. Fakta terungkap: Prada Ilham berdusta. Kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian. [dtk]