-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Bima Arya: Saya Tak Ada Masalah Pribadi dengan Anies

Bima Arya: Saya Tak Ada Masalah Pribadi dengan Anies

NUSAWARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku tak memiliki persoalan pribadi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menanggapi rencana PSBB total DKI. Ia juga menekankan bahwa komentar yang dilontarkannya tak bersifat politis.


Dia menyayangkan pihak yang mengaitkan komentar terkait rencana PSBB DKI dengan pilkada lalu dan Pilpres 2024 mendatang. Padahal, kata dia, niatnya hanya mengabarkan hasil dari rapat dengan Anies soal persiapan PSBB Senin depan.

Diketahui, para pemimpin Bodetabek menggelar rapat daring bersama dengan Gubernur DKI membahas kemungkinan PSBB oleh daerah-daerah penyangga Ibu Kota. Namun, karena pembahasan teknis antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat belum jelas, maka keterlibatan Bodetabek ditunda.

"I have nothing personal (tidak ada masalah pribadi) dengan mas Anies, ini tidak ada urusan politik, tak ada hubungannya dan setiap daerah punya kewenangan masing-masing," ucapnya dalam diskusi daring, Sabtu (12/9).


"Tanpa lihat konteks, bangkitlah sentimen pillkada lalu, pilres lalu dan jangan-jangan Pilpres 2024 nanti, ini parah," ujar dia.


Ia menilai kultur partisan di masyarakat merupakan tanggungjawab dan PR seluruh pihak. Arya berharap ke depannya, pernyataan pejabat tak dikotak-kotakkan untuk membentuk opini tertentu (framing).


Sebelumnya, Arya menyampaikan bahwa pembahasan teknis PSBB total DKI masih belum jelas, oleh karena itu belum dapat diambil keputusan dalam rapat membahas PSBB itu bersama sejumlah kepala daerah lain se-Jabodetabek, Kamis (10/9).


"Dari Jakarta sendiri belum jelas. PSBB total seperti apa? Apakah lockdown total, itu yang belum clear. Masih perlu difinalisasi lagi. Jadi setelah konsepnya jelas baru berkoordinasi lagi," ujar Bima.


Bima mengatakan, hasil rapat belum mengambil keputusan apapun, termasuk kemungkinan daerah penyangga Ibu Kota bakal mengikuti langkah serupa dengan menerapkan PSBB total.


Namun, para kepala daerah se-Jabodetabek, kata Bima, sepakat meminta Anies agar terlebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyempurnakan konsep dan rumusan PSBB total tersebut.


Dalam rapat yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim tersebut, Bima bilang, Anies rencananya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat pada Sabtu ini sebelum kemudian rapat akan kembali digelar pada Senin (14/9).


"Jadi sebetulnya belum ada, langkah-langkah detail dari Pak Gubernur, yang disampaikan ke kita. Jadi pak gubernur sepertinya harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah pusat hari Sabtu. Baru kemudian Senin Pak Gubernur, koordinasi lagi dengan kita," ucap Bima. [cnn]