-->

Breaking

logo

September 7, 2020

Brankas Berisi Uang Rp 800 Juta di Apartemen Dicuri, Pelakunya Ternyata Diluar Dugaan

Brankas Berisi Uang Rp 800 Juta di Apartemen Dicuri, Pelakunya Ternyata Diluar Dugaan

NUSAWARTA - EH dan AS terpaksa berurusan dengan polisi lantaran mencuri uang ratusan juta yang disimpan oleh korban di sebuah brankas.

Sedangkan korban, tidak lain adalah majikan EH yang bekerja di Apartemen Amarta Putra, Karawaci.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan menyatakan, EH menguras isi brankas majikannya setelah kunci apartemen korban teringgal di dalam mobil.

EH yang merupakan sopir pribadi korban pun dengan leluasa menguras habis brankas yang ada di apartemen korban.

Dalam brankas tersebut berisi uang 45.000 US dollar atau jika di rupiahkan mencapai Rp800 juta.

Kasus ini bermula dari korban yang mendapati brankas berisi uang tunai miliknya raib.

“Korban akhirnya melapor ke Polsek Kelapa Dua,” ujar Iman Setiawan, di Mapolres Tangsel, Senin (7/9/2020).

Mendapati laporan korban, petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa brankas korban sudah digondol oleh EH.

“Kemudian dilakukan pencarian terhadap EH. Dalam penyelidikan, EH melarikan diri ke Sumatera dan berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polsek Kelapa Dua,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, EH ternyata tak sendirian dalam beraksi.

EH dibantu AS untuk membuka dan menghabiskan isi brankas yang sudah dicurinya serta menukar mata uang asing itu menjadi Rupiah.

“Pelaku AS bersama dengan EH saat mengambil uang bekerjasama melakukan penggunaan uang. Setelah menukar ke Rupiah, pelaku menggunakan hasilnya membuka bengkel,” bebernya.

Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku mencoba melawan anggota yang terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan mengeluarkan timah panas.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya sejumlah peralatan bengkel, sisa uang yang dicuri, satu unit roda dua dan satu unit mobil.

Kepada awak media, EH mengaku sudah mengetahui dimana majikannya menyimpan brankas.

“Saya pernah masuk ke rumah bos untuk kerja, makanya saya tahu ada brankas,” ucap EH.

EH menambahkan, selain membuka bengkel di Lampung, uang hasil curian itu digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

“Untuk sehari-hari, buka bengkel di Lampung, beli tas, handphone dan perhiasan,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. [pjst]