-->

Breaking

logo

September 3, 2020

Bukan Soal Pancasila, Namun Karena Inilah Penyebab PDIP Selalu Keok di Sumbar

Bukan Soal Pancasila, Namun Karena Inilah Penyebab PDIP Selalu Keok di Sumbar

NUSAWARTA - Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani terkait Sumatera Barat memicu kontroversi dan protes.

Pernyataan itu dinilai merupakan ‘curhat’ bahwa partai berlambang kepala banteng moncong putih itu yang selalu terkapar di Ranah Minang.

Dibanding pernyataan Puan, pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai jauh lebih relevan.

Demikian disampaikan Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto kepada RMOL, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya, politik sektarian dan populisme Islam serta faktor resonansi digitalisasi politik melalui media sosial yang terjadi sejak Pilkada DKI 2017 hingga Pilpres 2019 tejadi cukup keras.

Hal itu kemudian sangat mempengaruhi persepsi politik masyarakat Sumatera, khusus Sumbar.

“Pernyataan Mega lebih relevan dibanding dengan apa yang disampaikan Puan. Mengapa? Karena apa yang disampaikan Puan enggak pas, seolah-olah Pancasila kalah di Sumbar,” terangnya.

Menurutnya, kondisi itu bukan menjadi penyebab utama kekalahan PDIP di Sumbar dan minim kader.

“Persoalannya adalah soal persepsi politik dan leadership,” ulasnya.

Mantan Sekjen Prodem ini menilai bahwa masyarakat Sumbar lebih reaktif terkait isu komunisme dan kultur Muhammadiyah yang lebih puritan.

Kondisi itu kemudian mempengaruhi masyarakat persepsi dalam memilih pemimpin yang berkarakter kuat.

“Sedangkan kepemimpinan nasional yang diusung oleh PDIP, yaitu Jokowi, di Sumbar selalu tumbang sejak 2014-2019,”

“Sebab tidak mampu menggambarkan falsafah dan persepsi politik yang diinginkan masyarakat Sumbar,” pungkas Satyo.

Untuk diketahui, pernyataan Puan Maharani itu disampaikan saat mengumumkan dukungan kepada para calon kepala daerah gelombang V yang bertarung di Pilkada Serentak 2020.

“Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila,” ujar Puan dalam pengumuman secara virtual, Rabu (2/9).

Namun, tidak dijelaskan Lebih rinci terkait pernyataan Puan soal Sumbar mendukung negara Pancasila yang dimaksud.

Sementara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, maksud Puan Maharani itu tidak lain bahwa Pancasila harus didumikan di seluruh Nusantara.

Tidak terkecuali di tanah Sumbar.

“Yang dimaksudkan Mbak Puan mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan. Tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan,” kata Hasto.

‎Pembumian Pancasila di Sumatera Barat harus menyentuh kepada seluruh kehidupan di masyarakat Minang tersebut.

“Jadi yang dimaksudkan pembumian Pancasila di Sumatera Barat itu lebih pada aspek kebudayaan, nasionalisme, dan menyentuh seluruh hal-hal di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Sejatinya, kata Hasto, Puan Maharani dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri begitu takjub dengan Provinsi Sumbar.

Terlebih dari segi kulinernya.

Tak ayal, Ketua DPD PDIP Sumbr Alex Indra Lukman ditugaskan Megawati untuk mengumpulkan seluruh resep makanan di Ranah Minang.

“Bagaimana rendang bumbunya itu bentuk cita rasa makanan yang punya cita rasa yang menyentuh aspek rasa tertinggi di dalam kualitas makanan itu,”

“Sehingga tidak heran rendang mendapatkan apresiasi sebagai makanan paling enak di dunia,” tuturnya. [pjst]