-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Calon Wawalkot PDP Merasa Dilecehkan soal 'Sekamar Saja', Ini Kata KPU

Calon Wawalkot PDP Merasa Dilecehkan soal 'Sekamar Saja', Ini Kata KPU

NUSAWARTA - Calon Wakil Wali Kota dari PDIP, Afifah Alia mengaku dilecehkan calon Wakil Wali Kota Depok dari PKS, Imam Budi Hartono, dengan ucapan 'sekamar sama saya'. KPU Kota Depok mengaku tidak bisa ikut campur.

"Sudah dapat beritanya. KPU Kota Depok dalam kasus ini tidak punya kapasitas memberikan tanggapan atau penilaian, karena dugaan peristiwanya terjadi selama kegiatan pemeriksaan kesehatan yang sepenuhnya berada di bawah kendali dan pengawasan pihak tim pemeriksa dan rumah sakit. KPU Kota Depok sendiri tidak bisa ikut masuk ke dalam area pemeriksaan, dan tidak bisa mengintervensi prosesnya," kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Depok, Kholilullah, saat dihubungi, Sabtu (12/9/2020).

Kholilullah mengatakan pihaknya berwenang menunjuk rumah sakit terkait tahapan pemeriksaan kesehatan. Akan tetapi, Kholilullah mengaku KPU tidak dapat ikut campur karena bukan wewenangnya.

"Secara tupoksi, wewenang dan tanggung jawab KPU Kota Depok dalam pemeriksaan adalah menunjuk RS, menyerahkan sepenuhnya pemeriksaan sesuai dengan keahlian RS berdasarkan aturan yang telah ditetapkan KPU RI, lalu menerima hasilnya. Jadi, keputusan KPU Kota Depok terkait hasil sepenuhnya berdasarkan pandangan ahli dari RS," ujarnya.

"Sehingga, kasus yang dimaksud memang benar-benar di luar kewenangan kita untuk turut campur. Terkait upaya kita belum pernah punya pengalaman atau pedoman hukum terkait kasus seperti ini," sambungnya.

Lebih lanjut, KPU berpendapat jika yang bersangkutan merasa dirugikan dapat melakukan aduan ke Bawaslu terkait proses pemeriksaan kesehatannya. Namun ia membebaskan Bawaslu jika memiliki pandangan lain.

"Dalam hal pemeriksaan kesehatan, betul (bisa dilaporkan). Soal institusi tempat melapor kasus-kasus seperti ini, saya kurang paham di ranah pilkada kemana diarahkan. Mungkin Bawaslu punya pandangan sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Bawaslu kota Depok mengatakan Afifah bisa melapor ke Bawaslu jika merasa dirugikan. Bawaslu menilai siapapun yang mengetahui dugaan pelanggaran kepemiluan dapat mengadukannya ke Bawaslu.

"Siapa pun warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dapat melapor kepada Bawaslu jika menurutnya ada pelanggaran terhadap ketentuan pemilu atau pemilihan," kata Komisioner Bawaslu Kota Depok Divisi Pengawasan, Hubungan Antarlembaga (Hubal), Dede Selamet Permana, saat dihubungi, Sabtu (12/9).

Sebelumnya, calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, angkat bicara soal dugaan pelecehan terhadap pesaingnya, calon Wawalkot Depok dari PDIP Afifah Alia. Imam Budi Hartono, yang diusung PKS, menegaskan tak pernah bermaksud melecehkan Afifah Alia.

"Itu untuk mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama paslon, dan yang saya maksud Afifa itu panggilan cucu saya, bukan beliau," kata Imam Budi Hartono kepada wartawan.

Afifah Alia, dalam keterangan tertulis resminya, menceritakan peristiwa itu terjadi di RS Hasan Sadikin, Bandung, pada 8 September 2020, hari pertama pemeriksaan kesehatan dan pembagian kamar untuk peserta. Afifah menyebut Imam Budi menyampaikan kalimat 'sekamar sama saya saja, Bu Afifah' dan dia merasa dilecehkan.

Afifah menyebut peristiwa itu tak hanya disaksikan dia dan Imam Budi. Ada pasangan Imam, M Idris, kata Afifah, yang malah terpingkal-pingkal saat Imam Budi melontarkan 'sekamar sama saya saja'.

"Kamar kandidat pilkada Depok bersebelahan. Saat petugas RS menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran 'sekamar sama saya saja, Bu Afifah'," kata Afifah. [dtk]