-->

Breaking

logo

September 4, 2020

Cerita Prof Yusril Pernah Lempari Abdul Gafur dengan Telur Busuk, Akhirnya Diskorsing 1 Tahun

Cerita Prof Yusril Pernah Lempari Abdul  Gafur dengan Telur Busuk, Akhirnya Diskorsing 1 Tahun

NUSAWARTA - Mantan Mensesneg Prof Yusril Ihza Mahendra turut berduka cita atas meninggalnya mantan Menpora era Orde Baru, Abdul Gafur.

Abdul Gafur meninggal dunia karena Covid-19. Ia menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (4/9) pukul 06.30 WIB di usia 81 tahun.

Prof Yusril memiliki kenangan masa lalu dengan Abdul Gafur yang tak bisa terlupakan.

Yusril mengaku terakhir kali bertemu dengan tokoh angkatan 66 itu pada tahun 2019. Saat itu, Abdul Gafur berkunjung ke kantor Yusril di Mall Kota Kasablanka.

Ketika itu, Abdul Gafur dan Yusril ngobrol ceria mengenang masa lalu saat Yusril masih mahasiswa dan Abdul Gafur menjabat Menpora.

Yusril mengatakan, dia pernah melempari Abdul Gafur dengan telur busuk. Namun Abdul Gafur tidak dendam.

Yusril mengenang Abdul Gafur sebagai sosok yang sangat baik hati dan pemaaf.

“Ketika mahasiswa kami pernah melempar Bang Gafur dengan telur busuk di Kampus FK UI Salemba gara2 kami menolak NKK BKK yg digagas Mendikbud Daoef Joesoef. Bang Gafur waktu itu jadi Menpora. Beliau menghadapi dilema. Sayang sama adik2 mahasiswa, tetapi harus ikut kebijakan,” kata Yusril di akun Twitternya, Jumat (4/9).

Meski dilempari telur busuk, Abdul Gafur tidak marah. Bahkan, dia menyelamatkan Yusril dari sanksi pemecatan.

“Bang Gafur tidak marah kepada kami, malah beliau membela saya ketika Daoed Joesoef memerintahkan agar saya dipecat sebagai mahasiswa UI. Rektor UI Prof Mahar Mardjono dan Purek III Prof Dadang Hawari juga menolak memecat saya,” cerita Yusril.

“Akhirnya Prof Mahar setelah berbicara panjang dengan saya memutuskan mendahului menskors saya selama 1 tahun, sebelum perintah resmi pemecatan dari Mendikbud beliau terima,” tambah Yusril.

Dikatakan Yusril, sejak 1978 dia selalu berseberangan jalan dengan pemerintah. Tetapi dia tetap menghormati Abdul Gafur sebagai seniornya.

Sebaliknya, Abdul gafur juga tetap memperlakukan Yusril sebagai juniornya. Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Akbar Tanjung.

“Sampai akhirnya saya juga merasa mulai tua, hubungan dengan para senior itu tetap baik. Tidak selalu kami sejalan. Kadang2 bahkan “tabrakan” satu sama lain,” kata Yusril.

“Tetapi sebagai orang yang lebih muda, saya tetap merasakan Bang Gafur tetaplah Abang yang selalu bersikap hangat. Suatu hari saya bertemu beliau di DPR. Saya jadi Mensesneg dan beliau Anggota DPR. Kami membahas RUU Kementerian Negara. Setelah itu kami ngobrol,” imbuhnya. [pjst]